ZONAUTARA.com – Kabupaten Indramayu diprediksi akan memasuki musim kemarau mulai akhir April 2026 dan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada September 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu meminta warga untuk mulai berhemat dalam menggunakan air bersih guna mengantisipasi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indramayu, Dadang Oce Iskandar, menjelaskan bahwa fenomena El Nino diharapkan membuat musim kemarau tahun ini lebih panjang dari biasanya, sehingga potensi kekeringan dan kebakaran lahan menjadi tinggi. “Berdasarkan informasi dari BMKG, Kabupaten Indramayu diprakirakan memasuki musim kemarau akhir April ini,” ujar Oce pada Senin (27/4).
Oce menekankan pentingnya kesiapan masyarakat dalam menghadapi kemungkinan terjadinya kemarau panjang. “Lebih bijak dalam penggunaan air bersih,” sarannya. Selain itu, warga diharapkan menyiapkan penampungan air di rumah dan tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan yang bisa memicu kebakaran.
Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan, Oce mengajak semua pihak termasuk pemerintah, lembaga, relawan, dan masyarakat untuk membangun budaya siaga bencana serta meningkatkan kewaspadaan. “Saya mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, lembaga, relawan hingga masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya siaga bencana, meningkatkan kewaspadaan dan saling mengingatkan terhadap potensi bencana di sekitar kita,” lanjutnya.
Sementara itu, Lilis Sri, warga Kelurahan Margadadi, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, sudah melakukan langkah antisipatif dengan rutin menampung air hujan. “Terakhir hujan sekitar 6 hari yang lalu saya nampung air hujan,” jelas Lilis. Ia berhasil mengumpulkan dua tong besar, lima ember, dan empat galon air yang digunakan untuk menyiram tanaman. Diakui Lilis, saat musim kemarau, aliran air dari PDAM sering terhambat sehingga penghematan air menjadi sangat penting.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

