ZONAUTARA.com – Elon Musk, pendiri Tesla dan SpaceX, dikenal dengan kekayaan luar biasanya yang mencapai ratusan miliar dolar. Menurut Forbes, Musk merupakan orang terkaya di dunia dengan kekayaan bersih lebih dari dua kali lipat dari Larry Page, pendiri Alphabet. Dengan total kekayaan senilai US$ 722 miliar atau sekitar Rp 12.203,28 triliun, ia memiliki potensi membeli aset-aset yang luar biasa besar.
Menurut laporan Forbes, meskipun kekayaannya tidak sepenuhnya likuid karena banyak terkunci dalam saham Tesla dan SpaceX, sehingga berfluktuasi berdasarkan pasar saham, Musk secara teoritis dapat membeli sejumlah hal yang tidak terduga. Kekayaannya cukup untuk membeli seluruh properti di negara bagian Amerika Serikat, termasuk pasar properti yang diminati seperti San Diego County. Bahkan, dengan sedikit imajinasi, ia dapat membeli setiap rumah di negara bagian Hawaii.
Selain properti, Musk juga mampu membayar seluruh kendaraan baru yang dibeli warga AS pada tahun 2025, meskipun ini bukanlah bentuk investasi yang bijak karena kendaraan mengalami penyusutan nilai. Begitu pula, total kekayaan Musk dapat membeli universitas-universitas terkemuka di AS yang tergabung dalam grup Ivy League dengan total kekayaan kolektif sekitar $200 miliar.
Menariknya, walaupun secara teknis tidak mungkin membeli negara berdaulat, kekayaan Musk hampir setara dengan PDB tahunan Swiss, yang dikenal sebagai salah satu ekonomi terkaya di dunia. Begitu pula, tiga perusahaan minyak terbesar Amerika, seperti ExxonMobil, Chevron, dan ConocoPhillips, berada di dalam jangkauan daya belinya.
Luar biasanya, Musk juga dapat membeli seluruh tim dari liga-liga olahraga utama di AS seperti NBA, MLB, NFL, dan NHL, yang total bernilai sekitar US$ 433,57 miliar, dan masih akan ada sisa kekayaan sekitar US$ 280 miliar. Forbes menilai, tidak ada individu dalam sejarah modern yang mengumpulkan kekayaan dalam nilai nominal sebesar dan secepat Musk. Meskipun sebenarnya, pertanyaan utamanya adalah apakah Musk akan atau mampu membeli aset-aset ini, yang kemungkinan besar tidak akan ia lakukan.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

