ZONAUTARA.com – Pengamat Sepak Bola Indonesia, Mohammad Kusnaeni, mengungkapkan bahwa siaran langsung Piala Dunia 2026 dapat menjadi momen krusial bagi TVRI, RRI, dan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA untuk memperkuat eksistensi mereka di mata masyarakat. Dalam era disrupsi digital dengan beragam platform media sosial, tantangan yang dihadapi lembaga penyiaran publik (LPP) semakin berat.
“Siaran Piala Dunia yang eksklusif di TVRI, dibantu RRI dan ANTARA, diharapkan membuat masyarakat kembali melihat kehadiran LPP dalam menyajikan informasi dan edukasi,” kata Kusnaeni dalam dialog di RRI Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Sabtu lalu. Ia menegaskan bahwa kesempatan yang diberikan oleh Piala Dunia ini harus dimaksimalkan agar publik memilih TVRI, RRI, dan ANTARA sebagai sumber hiburan dan edukasi utama.
Kusnaeni juga mengapresiasi upaya pemerintah Indonesia melalui TVRI sebagai pemegang hak siar resmi Piala Dunia 2026 di Indonesia, yang memungkinkan masyarakat menyaksikan pertandingan sepak bola terbesar di dunia secara gratis. Kusnaeni mendorong kolaborasi antara TVRI, RRI, dan ANTARA untuk menyajikan konten Piala Dunia yang bernilai edukatif bagi masyarakat.
“Siaran Piala Dunia harus menyisipkan nilai-nilai edukatif, karena sepak bola menghadirkan nilai persahabatan, persatuan, sampai menentang rasisme,” tegas Kusnaeni. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung peran TVRI, RRI, dan ANTARA dalam menyajikan Piala Dunia, sehingga acara tersebut memberikan dampak positif dalam berbagai aspek, termasuk menciptakan kegembiraan sebelum dan sesudah Piala Dunia.
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi turnamen terbesar dalam sejarah dengan 104 pertandingan, dan berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di 16 kota tuan rumah di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Masyarakat Indonesia dapat menyaksikannya melalui siaran TVRI, didukung oleh RRI dan ANTARA melalui pemberitaan daring dan media sosial.
Diolah dari laporan Antara.

