PT Techno9 Indonesia Siapkan Rights Issue dan Reverse Takeover

PT Techno9 Indonesia merencanakan rights issue dan reverse takeover untuk transformasi ke sektor tambang dan energi.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Media Indonesia

ZONAUTARA.com – PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE IJ) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 7 Mei 2026 secara daring. Pertemuan ini bertujuan untuk mendapatkan persetujuan pemegang saham terkait beberapa aksi korporasi yang berpotensi mengubah struktur permodalan dan arah bisnis perusahaan.

Agenda utama dalam RUPSLB tersebut antara lain adalah persetujuan Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue, serta perubahan Anggaran Dasar terkait peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh. Selain itu, terdapat juga pembicaraan mengenai perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris, serta pemberian kuasa kepada Direksi untuk melaksanakan aksi korporasi ini. Semua langkah tersebut dilakukan seiring masuknya Poh Group sebagai pemegang saham pengendali baru.

Rencana rights issue ini menjadi penting bagi para investor publik. PMHMETD akan memungkinkan perusahaan untuk menerbitkan saham baru yang dapat meningkatkan jumlah saham beredar secara signifikan. Bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya, ada risiko terdilusi secara kepemilikan. Dana yang terkumpul dari rights issue ini rencananya akan digunakan untuk mengintegrasikan aset pertambangan di Mongolia ke dalam struktur perusahaan.

Menurut Direktur PT Techno9 Indonesia Tbk, Irwan Dharma Kusuma, transformasi bisnis ini merupakan langkah strategis jangka panjang untuk ekspansi ke sektor pertambangan, energi, dan produk hilirisasi bernilai tambah. Meskipun merambah sektor baru, perusahaan tetap berencana mempertahankan layanan IT berkualitas tinggi. “Kami melihat peluang besar bagi Techno9 di berbagai lini, mulai dari sektor pertambangan, energi, hingga produk hilirisasi bernilai tambah,” ujar Irwan.

Selanjutnya, perseroan juga tengah menyelesaikan rencana reverse takeover (RTO) melalui injeksi bisnis pertambangan dan energi milik Poh Group. Proses ini tidak memerlukan pengeluaran kas, karena aset pertambangan akan dimasukkan melalui PMHMETD, mengindikasikan perubahan fundamental dalam profil aset dan model bisnis perusahaan.




Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com