ZONAUTARA.com – India, penghasil karbon dioksida terbesar ketiga di dunia, kembali bergantung pada batu bara akibat krisis energi. Gangguan pasokan energi yang dipicu oleh perang Iran dan gelombang panas ekstrem meningkatkan penggunaan bahan bakar fosil ini.
Lebih dari 70% listrik di India dihasilkan dari pembangkit listrik batu bara. Para ahli energi memperkirakan penggunaan batu bara akan terus meningkat tahun ini, didorong oleh permintaan listrik untuk pendingin ruangan selama suhu ekstrem melanda.
Gangguan pasokan gas akibat konflik di Timur Tengah memperberat situasi, di mana sekitar 4% kapasitas pembangkit listrik India bergantung pada LNG, yang sebagian besar diimpor melalui Selat Hormuz.
Girish Madan dari Fitch Ratings Singapura menjelaskan bahwa tingginya harga LNG menjadikan pembangkit listrik berbasis gas tidak ekonomis, memaksa PLTU batu bara untuk mengambil alih beban. “Akibatnya, pembangkit listrik berbasis batu bara harus memikul beban yang lebih besar selama bulan-bulan puncak musim panas ini,” ujarnya.
Selain sektor kelistrikan, industri semen juga beralih kembali ke batu bara sebagai bahan bakar utama. Analis Kpler, Firat Ergene, mencatat bahwa gangguan pasokan petroleum coke akibat konflik menyebabkan peralihan ke batu bara.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

