ZONAUTARA.com – Dalam serangan udara selama 10 menit pada 8 April 2024, wilayah selatan Beirut, termasuk Hay el Sellom, menghadapi kehancuran besar akibat pemboman oleh Israel. Serangan ini terjadi pada pukul 14.15 waktu setempat, menargetkan sekitar 100 titik di seluruh Lebanon, termasuk pusat komando Hezbollah dan situs militer lainnya, menurut pernyataan Israel. Namun, banyak warga sipil yang menjadi korban, dengan total korban tewas sebanyak 361 orang dan lebih dari 1.000 orang terluka, menurut otoritas Lebanon.
Daerah pinggiran selatan Beirut memang telah mengalami serangkaian serangan dan perintah evakuasi oleh Israel sejak dimulainya perang dengan Iran, namun Hay el Sellom cukup tenang hingga hari serangan tersebut. Mohammad, salah seorang warga, kehilangan putranya, Abbas, ketika bangunan tempat tinggalnya dihantam serangan udara. “Tiga lantai di atas lantai saya semuanya jatuh ke satu kamar…menimpanya,” ungkap Mohammad.
Mohammad mengungkapkan bahwa ini adalah kali kedua ia kehilangan rumahnya. “Saya berharap hanya rumah saya yang hilang dan anak saya selamat. Batu bata ini bisa dibangun kembali. Namun, tidak ada yang bisa mengembalikan anak saya,” katanya. Meskipun demikian, ia menekankan bahwa semua yang tewas di bangunan tersebut adalah warga sipil dan bukan anggota Hezbollah.
Sebelumnya pada 8 April, dihentikannya sementara peperangan antara Amerika Serikat dan Iran dinyatakan, meskipun Israel menyatakan Lebanon tidak akan termasuk. Masyarakat setempat sempat berharap bahwa serangan akan berhenti, namun harapan ini sirna dengan dimulainya pengeboman mendadak.
Pengamatan dari footage video, media sosial, dan citra satelit yang dikombinasikan dengan kesaksian saksi mata menunjukkan setidaknya lima serangan mengenai Hay el Sellom dalam waktu singkat. Laporan media Israel menyatakan Ali Mohammed Ghulam Dahini, seorang tokoh senior Hezbollah, tewas dalam serangan tersebut. Namun, Israel Defense Forces (IDF) tidak memberikan respons terkait target di Hay el Sellom. Dalam serangan tersebut, lebih dari 80 orang tewas di lingkungan ini, termasuk setidaknya 15 anak-anak, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.
Diolah dari laporan BBC News.

