Kemendikdasmen Gandeng Kejaksaan RI Perkuat Pengawasan Program PIP

Kemendikdasmen dan Kejaksaan RI bekerja sama meluncurkan Jaga Indonesia Pintar, untuk mengoptimalkan Program Indonesia Pintar (PIP).

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Media Indonesia

ZONAUTARA.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah berkolaborasi dengan Kejaksaan RI untuk meluncurkan “Jaksa Garda (Jaga) Indonesia Pintar” guna mengawasi pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP) agar lebih efektif. Inisiatif ini diumumkan di Bandung, Jawa Barat pada Rabu (6/5).

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menjelaskan bahwa terdapat pengembalian dana PIP ke kas negara yang mencapai lebih dari Rp600 miliar. “Jadi yang dikembalikan sekitar Rp600 miliaran. Pengembalian itu terutama disebabkan karena alasan-alasan yang sebenarnya bukan merupakan pelanggaran, tapi karena ketidaktahuan, ketidakjelasan, alasan geografis. Itu akan kita perbaiki,” ungkap Atip.

Atip juga menyampaikan akan meninjau kebijakan pengajuan PIP yang saat ini dilakukan oleh dinas pendidikan pemerintah daerah, untuk mungkin diubah menjadi pengajuan oleh sekolah. “Selama ini kan (PIP) itu diajukan oleh dinas ya, nah sementara di lapangan yang lebih mengetahui itu adalah sekolah, jadi kita akan kaji kemungkinannya untuk pengajuannya langsung oleh sekolah,” tambahnya.

Program ini turut menyoroti insiden menyedihkan wafatnya Mandala Rizky Saputra, siswa SMK Negeri 4 Samarinda, karena kondisi sepatu yang tidak layak. Atip menyoroti pentingnya perbaikan sistem agar kasus serupa tidak terulang. Menurutnya, program PIP sejak 2014 memang memberikan dampak positif, namun masih ada kekurangan dalam implementasinya.

Sebagai platform baru, Jaga Indonesia Pintar dirancang untuk memfasilitasi pelaporan dari penerima manfaat PIP tentang berbagai kendala yang dialami. Jaksa Agung Muda Intelijen, Reda Manthovani, menekankan pentingnya evaluasi laporan yang masuk, guna memastikan tindakan yang tepat, baik secara hukum maupun administratif.




Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, juga berharap program ini akan meningkatkan mutu pendidikan dan membantu siswa dari keluarga tidak mampu.

Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com