Komisi Reformasi Polri Usulkan Propam dan Wasidik Di Bawah Itwasum

Komisi Reformasi Polri usulkan Propam dan Wasidik di bawah Itwasum guna memperkuat pengawasan.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Tirto.id

ZONAUTARA.com – Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) telah mengajukan rekomendasi agar pengawasan internal Polri lebih terkoordinasi di bawah naungan Inspektorat Pengawas Umum (Itwasum) Polri. Saat ini, pengawasan di Polri dilakukan oleh tiga satuan kerja, yaitu Itwasum, Propam, dan Wasidik.

Sekretaris KPRP, Komjen (Purn) Ahmad Dofiri, menjelaskan rekomendasi tersebut terkait dengan perluasan fungsi Itwasum. Tujuannya adalah agar ketiga satuan kerja pengawasan di Polri tidak beroperasi secara terpisah di masa mendatang. “Nah ke depan, sekarang ini ditengarai masing-masing berjalan sendiri-sendiri. Irwasum ngawasi sendiri, Propam juga sendiri, Wassidik. Nah ke depan, rekomendasi ini salah satunya adalah bagaimana posisi Inspektorat itu gerbang atau garda terdepan di bidang pengawasan,” ucap Dofiri.

Dalam rekomendasi itu dijelaskan bahwa Itwasum akan mengkoordinasi pengawasan lainnya. Saat ini, Propam bertugas mengawasi pelanggaran anggota, sedangkan Wasidik menangani penanganan perkara bermasalah. Dofiri menekankan bahwa ke depan semua pengawasan harus melalui Itwasum. “Oh kalau misalnya orang ke Mabes itu supaya dia kasusnya bisa dibuka lagi bisa melalui Wassidik ya. Nah, kemudian Wassidik yang akan mengundang. Oh ke depan tidak bisa. Dia harus seizin dan harus ada dikeluarkan dari Inspektorat,” jelas Dofiri.

Dofiri meyakini perluasan pengawasan Itwasum akan memastikan adanya check and balances. Rekomendasi ini, lanjutnya, juga berdasarkan masukan dari masyarakat. Di samping itu, ada juga rekomendasi terkait persoalan kultural di Polri, yang menunjukkan sembilan perilaku negatif aktual menjadi persoalan mendasar, seperti budaya kekerasan dan koruptif.

Untuk menangani persoalan ini, Dofiri menekankan pentingnya evaluasi pendidikan Polri. “Ketika mereka akan direkrut ya bagaimana kemudian perilaku yang sembilan tadi setidaknya jangan sampai kemudian ketika dinas itu tidak muncul, dibuatkan ketika mereka di lembaga pendidikan,” tambahnya. Pendidikan Polri diharapkan dapat mengedepankan penguatan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya, sehingga anggota Polri dapat menjadi polisi yang profesional dan humanis.




Diolah dari laporan Tirto.id.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com