ZONAUTARA.com – Mantan politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ade Armando, menanggapi pernyataan juru bicara Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, yakni Husain Abdullah, yang berharap persoalan hukum yang menjerat Ade dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak. “Apa yang bisa jadi pelajaran dari kasus saya?” kata Ade Armando, Kamis (7/5), dikutip dari detikcom. Meski memberikan pertanyaan tersebut, Ade tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai maksudnya, dan menyatakan dirinya tidak mengerti maksud dari pernyataan Abdullah.
Sebelumnya, Ade Armando menyatakan kesiapannya untuk bertemu Jusuf Kalla setelah adanya pelaporan yang menuduhnya terlibat dalam penghasutan dan ujaran kebencian. Namun, Husain Abdullah tidak memastikan apakah JK bersedia untuk bertemu dengan Ade. “Karena proses hukum sedang berjalan, jadi kita ikuti saja,” kata Husain Abdullah, Rabu (6/5).
Lebih lanjut, Husain berharap situasi ini dapat menjadi pelajaran bagi siapapun, bukan hanya bagi Ade Armando. Menurutnya, tindakan yang dilakukan oleh Ade dan beberapa pihak lain seharusnya dihentikan. “Karena itu, ini pelajaran buat siapa pun. Bukan hanya kepada Ade Armando. Bahwa praktik-praktik pembohongan publik seperti itu, yang menyerupai praktik agitasi dan propaganda yang bertujuan menggiring opini sesat, untuk pembunuhan karakter terhadap seseorang, hendaknya dihentikan,” ujarnya.
Ade Armando sebelumnya mengakui bahwa laporan terhadap dirinya bukanlah yang pertama. Menjelang Pemilu 2024, ia juga dilaporkan atas tuduhan ujaran kebencian setelah mengkritik soal kepemilikan tanah di Yogyakarta. Dalam hal ini juga, Ade menyatakan permohonan maafnya.
Dalam kasus terbaru ini, Ade Armando menyatakan siap untuk bertemu Jusuf Kalla dan menyampaikan permohonan maaf kepada umat Islam dan Kristen jika pernyataannya dalam YouTube Cokro TV dirasa menyinggung. Namun, ia menegaskan bahwa tidak ada pernyataannya yang dimaksudkan untuk menyakiti Jusuf Kalla ataupun umat tertentu. Ade Armando dan Permadi Arya saat ini dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penghasutan dan provokasi yang terkait dengan potongan ceramah Jusuf Kalla di Masjid Universitas Gadjah Mada.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

