ZONAUTARA.com – Hunian sementara (huntara) yang dibangun oleh Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera telah menjadi lebih dari sekadar tempat berteduh bagi para penyintas. Di kompleks huntara yang terletak di kawasan Kantor Bupati Pidie Jaya, Aceh, para penyintas mulai menata ulang kehidupan mereka, termasuk Reni (47) yang membangun kembali ekonomi keluarganya dengan berjualan jajanan.
Bencana banjir yang dahsyat telah menimbun rumah Reni dengan lumpur memaksanya dan keluarga untuk menyingkir dari tempat tinggal mereka. Di tengah situasi sulit, Reni memulai usaha kecil-kecilan dengan modal awal Rp200 ribu dari pinjaman dan bantuan peralatan dapur dari Satgas PRR. Ia mengolah jajanan seperti risol, tahu goreng, dan bakso goreng dari dapur sederhananya.
Di depan huntara, Reni membuka warung kecil yang menarik warga sekitar. Kedua putrinya turut membantu menjalankan usaha ini. “Alhamdulillah, sekarang bisa jualan lagi. Hasilnya memang belum bisa ditabung banyak, tapi cukup untuk makan sehari-hari dan jajan anak-anak,” ungkap Reni dalam sebuah keterangan tertulis pada Jumat (8/5/2026).
Semangat bangkit juga dirasakan oleh Siti Asyiah, warga Desa Sekumur, Kabupaten Aceh Tamiang, yang mampu menjalani kembali aktivitas sehari-hari setelah tinggal di huntara. Menurutnya, kondisi huntara yang lebih layak dari tenda pengungsian memberikan kenyamanan tersendiri bagi keluarganya. “Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Terima kasih kepada pemerintah,” tuturnya, seraya berharap huntara yang belum rampung segera selesai.
Usaha para penyintas ini menunjukkan bagaimana fasilitas huntara memberikan ruang aman dan memungkinkan mereka mulai membangun kembali kehidupan setelah bencana.
Diolah dari laporan Detik.

