ZONAUTARA.com – Direktorat Jenderal Imigrasi telah melakukan penggerebekan di Apartemen Baloi View, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau, yang melibatkan ratusan warga negara asing (WNA) terkait penipuan online dengan jaringan internasional. Penipuan tersebut melibatkan skema saham dan valas yang sudah berlangsung selama lebih dari empat minggu. Korbannya diketahui berasal dari Eropa dan Vietnam.
Petugas berhasil mengamankan sejumlah besar barang bukti, antara lain 131 komputer, 93 laptop, 492 telepon genggam, 52 monitor, perangkat jaringan, mesin penghitung uang, dan 198 paspor. “Untuk mendeteksi adanya keterlibatan WNI, kami akan terus mendalami agar dapat mengejar siapapun pelaku dalam kejahatan ini, baik WNA maupun WNI,” ujar Kepala Imigrasi Batam, Wahyu Eka Putra, dalam konferensi pers, Jumat (8/5).
Eka juga menyatakan bahwa ada mobil mewah tipe Alphard yang dicurigai terlibat dan saat ini sedang dalam proses pengembangan. “Terkait adanya dua buah mobil Alphard, itu sudah menjadi pantauan dan sedang dalam proses pengembangan,” tambahnya. Ratusan WNA ini, sebagian besar berasal dari Vietnam, dilaporkan masuk ke Batam melalui pelabuhan internasional serta bandara domestik luar kota.
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menyatakan bahwa ada 210 WNA terlibat scamming dengan mayoritas asal Vietnam, Tiongkok, dan satu dari Myanmar. Dari jumlah tersebut, 163 laki-laki dan 47 perempuan. Mereka menggunakan berbagai jenis izin tinggal, termasuk Bebas Visa Kunjungan, Visa on Arrival, dan lainnya. Hendarsam menegaskan bahwa WNA pelaku kriminal di Batam akan dikenai sanksi administratif berupa deportasi atau prakalan.
Sementara itu, Sekretaris National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia, Brigjen Pol Untung Widyatmoko, mengungkapkan bahwa kejahatan ini terkait dengan jaringan lain yang telah diungkapkan oleh tim gabungan di berbagai kota di Indonesia seperti Bali, Surabaya, dan Yogyakarta. “Kejahatan ini ada kaitannya dengan yang kami lakukan sebelumnya bersama Direktorat Jenderal Imigrasi di beberapa daerah lainnya,” ujarnya.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

