ZONAUTARA.com – Produsen kendaraan niaga di Indonesia menghadapi potensi gangguan pada rantai pasok suku cadang akibat gejolak global. Hal ini disampaikan oleh Vice President Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Anton Rusli.
Menurut Anton Rusli, salah satu dampak dari lonjakan harga BBM akibat perang Timur Tengah adalah kemungkinan berimbas pada bisnis logistik. Situasi ini dikhawatirkan akan mempengaruhi penjualan kendaraan niaga seperti truk dan pikap.
Ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah untuk menjaga rantai pasok industri otomotif agar keberlangsungan bisnis terjamin. Selain itu, kepatuhan terhadap regulasi seputar emisi, seperti Standar Euro4 dan Euro5, menjadi perhatian utama.
Anton Rusli juga mengungkapkan bahwa Isuzu telah mematuhi standar emisi Euro5. Di sisi lain, mereka masih mempertimbangkan pengembangan kendaraan listrik, sembari menunggu kesiapan infrastruktur.
Untuk mendalami lebih lanjut strategi bisnis kendaraan niaga, simak wawancara lengkap antara Shania Alas dan Anton Rusli dalam program AutoBizz, CNBC Indonesia pada Selasa, 5 Mei 2026.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

