Trump Ancam Tarif Tinggi untuk Uni Eropa Jika Perjanjian Tak Disepakati

Trump beri tenggat 4 Juli 2026 untuk Uni Eropa ratifikasi perjanjian, atau tarif lebih tinggi.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNBC Indonesia – News

ZONAUTARA.com – Hubungan dagang antara Amerika Serikat dan Uni Eropa terancam memburuk setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ancaman serius. Trump memberi batas waktu hingga 4 Juli 2026 bagi Uni Eropa untuk meratifikasi perjanjian perdagangan dengan Amerika Serikat. Jika tidak, tarif yang jauh lebih tinggi akan dikenakan.

Mengutip The Guardian, ancaman ini muncul setelah pejabat Eropa gagal mencapai kesepakatan penuh mengenai pakta perdagangan yang telah dibahas. Ketegangan terjadi saat Amerika Serikat sedang bersiap merayakan hari jadinya yang ke-250 tahun. Trump menyatakan telah berbicara dengan Kepala Uni Eropa Ursula von der Leyen terkait masalah ini melalui unggahan di media sosialnya, Truth Social.

Saya sepakat untuk memberinya waktu hingga Ulang Tahun ke-250 Negara kita atau, sayangnya, tarif mereka akan segera melonjak ke level yang jauh lebih tinggi,” tulis Trump.

Von der Leyen menyatakan bahwa Uni Eropa telah membuat kemajuan menuju ratifikasi kesepakatan pada awal Juli. “Kami tetap berkomitmen penuh, di kedua belah pihak, terhadap implementasinya,” ujar Von der Leyen melalui akun media sosial X.

Kesepakatan yang dicapai Juli tahun lalu mengatur tarif sebagian besar barang Eropa sebesar 15%, namun Trump tidak puas dengan lambannya implementasi oleh pihak Eropa. Situasi semakin rumit setelah Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa Trump telah melampaui kewenangannya terkait tarif. Meskipun demikian, tarif otomotif dari kesepakatan sudah ditetapkan 15%.

Karena ratifikasi belum selesai, Trump minggu lalu mengancam menaikkan bea mobil dan truk Uni Eropa menjadi 25%. Dia menuduh Uni Eropa melanggar kesepakatan. Trump menegaskan kembali bahwa janji telah dibuat oleh pihak Eropa untuk segera menyelesaikan proses administratif terkait perdagangan tersebut.




Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com