ZONAUTARA.com – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan menindaklanjuti persoalan pembubaran nonton bareng (nobar) film ‘Pesta Babi’. Menurutnya, pembubaran nobar ini terjadi di beberapa kampus, salah satunya di Universitas Mataram. “Terkait dengan nobar yang sekarang sedang menjadi pembicaraan, memang yang saya dengar bahwa isi atau judul dari film tersebut tentu saja sensitif,” ujar Puan dalam konferensi pers usai rapat paripurna DPR di Senayan, Jakarta, pada Selasa (12/5/2026).
Puan menambahkan bahwa dirinya belum mengetahui secara rinci isi dari film tersebut, tetapi memastikan bahwa DPR akan mengambil langkah lanjutan. “Apa isi dan isi filmnya itu saya juga tidak tahu, namun kami akan tindaklanjuti di DPR,” ucapnya.
Lebih lanjut, Puan berpendapat bahwa jika isi film tersebut dianggap tidak baik, maka tetap harus diantisipasi dengan cara yang baik. “Kalau memang itu kemudian membuat hal yang sensitif tersebut tidak baik di masyarakat, tentu saja harus diantisipasi dengan baik juga. Namun harus ditindaklanjuti sesuai dengan baik dan karenanya kami juga di DPR akan meminta komisi terkait untuk meminta penjelasan terkait dengan hal tersebut,” jelas Puan.
Sebelumnya, film ‘Pesta Babi’ karya Dandhy Laksono Cs menghadapi pembubaran acara nobar di sejumlah kampus. Di Mataram, acara yang dibubarkan termasuk di Universitas Mataram dan Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) serta Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Nusa Tenggara Barat (NTB), Surya Bahari, menyatakan bahwa pembubaran dilakukan oleh pihak kampus setelah mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan. “Kalau dibiarkan kan nanti dampaknya luar biasa kalau memang dibiarkan. Kami dengan Undikma sudah koordinasi dengan rektoratnya. Jadi koordinasi intern saja dulu,” kata Surya.
Diolah dari laporan Detik.

