ZONAUTARA.com – Pernahkah Anda membaca review yang tampaknya netral dan tidak berpihak pada satu brand tertentu? Walau terlihat objektif, faktanya sering kali review semacam ini sudah diatur sedemikian rupa. Meskipun kritik disertakan, sering kali penyampaiannya hanya bersifat formalitas. Fenomena ini dapat membentuk persepsi pembaca tanpa disadari.
Review netral pada umumnya disampaikan dengan bahasa yang tidak memuji setinggi langit, namun juga tidak terlalu menjelekkan. Nada penyampaiannya seimbang, menyoroti sisi positif dan negatif secara bersamaan. Inilah yang membuatnya terlihat dipercaya di mata pembaca. Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua review netral yang ada di internet adalah murni obyektif.
Meski tidak berisi kebohongan, review netral bisa dimanipulasi untuk mempengaruhi cara pandang pembaca. Kritik memang ada, tetapi kerap tidak disampaikan cukup mendalam sehingga pembaca mungkin tidak mempertimbangkan efeknya secara serius. Akibatnya, review ini lebih sering menguatkan pilihan yang telah ada ketimbang mengajak pembaca berpikir ulang.
Salah satu tanda dari review netral yang diatur adalah kritik yang hanya sebagai formalitas. Misalnya, kritik sering kali disebutkan sekilas tanpa menjelaskan dampak signifikan yang bisa dijadikan bahan pertimbangan. Seperti contoh, “teksturnya agak lengket di awal pemakaian, tapi masih cukup meresap kok.” Kritik ini tidak menyinggung apakah dapat mengganggu bagi kulit tertentu.
Penggunaan bahasa netral juga menjadi ciri review yang sudah diatur. Dengan menyampaikan kelebihan dan kekurangan secara meredam, pembaca mungkin tidak menyadari konsekuensi lebih lanjut dari suatu produk. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun tidak terkesan memihak, review netral tetap memiliki potensi untuk mengarahkan keputusan pembelian.
Diolah dari laporan Tirto.id.

