ZONAUTARA.com – Sebanyak 84 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Surabaya beroperasi tanpa sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS), menyusul insiden keracunan 200 siswa di Kecamatan Bubutan akibat menu makan bergizi gratis (MBG). Kepala Pelayanan Pemenuhan Gizi Kota Surabaya, Kusmayanti, mengungkapkan bahwa dari total 133 SPPG, hanya 49 yang telah memiliki SLHS.
Kusmayanti menjelaskan bahwa dari keseluruhan SPPG, sebanyak 108 sudah beroperasi, sementara 19 belum mulai beroperasi, dan 6 lainnya telah berhenti. Meskipun belum mengantongi SLHS, SPPG yang beroperasi harus segera mendaftar untuk mendapatkan sertifikat tersebut maksimal 30 hari setelah tanggal operasional.
“84 SPPG belum memiliki SLHS. Jumlah SPPG yang sudah operasional sebanyak 108 SPPG, jumlah SPPG yang belum operasional sebanyak 19 SPPG, dan jumlah SPPG yang berhenti atau tidak operasional ada di 6 SPPG,” kata Kusmayanti di DPRD Surabaya, Rabu (13/5/2026).
Dia melanjutkan bahwa ada sejumlah persyaratan dan proses sertifikasi yang perlu dipenuhi dalam pengajuan SLHS, yang terkadang membutuhkan waktu. “Itu memang diperkenankan tetapi batasnya adalah kriterianya, setelah tanggal operasional maksimum 30 hari harus segera mendaftar,” ujarnya.
Kusmayanti menambahkan bahwa proses ini diharapkan dapat meningkatkan standar higienis dalam penyediaan gizi bagi siswa agar mencegah kejadian serupa di masa depan.
Diolah dari laporan Detik.

