ZONAUTARA.com – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) telah memberangkatkan lebih dari 30 orang sebagai Musyrif Diny untuk pelaksanaan haji 2026. Musyrif Diny bertugas menentukan kebijakan sesuai syariah dalam ibadah haji.
Salah satu Musyrif Diny, Cholil Nafis, menjelaskan bahwa peran Musyrif Diny berbeda dengan Mustasyar Diny. “Seperti murur, bagaimana yang sesuai? Dari syariahnya seperti apa? Kemudian, dilaksanakan dalam praktiknya,” kata Cholil Nafis dalam keterangan pers di Media Center Haji (MCH) 2026 di Madinah.
Sementara itu, Mustasyar Diny berfungsi sebagai penasihat keagamaan, memberikan konsultasi jika ada pertanyaan terkait ibadah. “Ketika ada masalah, kemudian bertanya (kepada Mustasyar Diny),” tambah Cholil, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Selain melaksanakan tugas tersebut, Musyrif Diny juga bertanggung jawab memberikan pelayanan kepada jemaah haji Indonesia. Mereka ditempatkan di sektor-sektor yang akan memberikan arahan kepada pemandu dan jemaah haji.
Berikut adalah beberapa nama Musyrif Diny yang diberangkatkan ke Tanah Suci: Abdulloh Kafabihi Machrus Aly, Cholil Nafis, M. Asrorun Niam, Buya Gusrijal, Liliek Noer Chalida, Hindun Anisah, dan lainnya, bertugas di berbagai daerah kerja (daker) Makkah dan Madinah.
Diolah dari laporan Tirto.id.

