ZONAUTARA.com – Sejumlah perkembangan terbaru muncul terkait konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, termasuk peran China di Selat Hormuz setelah pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing pada 14 Mei 2026.
Presiden Trump menyatakan bahwa Xi berjanji untuk terlibat dalam upaya membuka Selat Hormuz, yang saat ini diblokade oleh Iran. Selat ini merupakan jalur penting bagi pengiriman minyak dunia. Xi juga memastikan China tidak akan mengirim peralatan militer untuk mendukung Iran dalam konfliknya dengan AS dan Israel.
“Dia mengatakan dia tidak akan memberikan peralatan militer… dia mengatakannya dengan tegas,” ujar Trump kepada acara “Hannity” di Fox News setelah pertemuan itu. “Dia ingin melihat Selat Hormuz terbuka, dan mengatakan ‘jika saya dapat membantu apa pun, saya ingin membantu.'”
Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan dampak ekonomi global akibat konflik ini. IMF melaporkan bahwa perang tersebut menimbulkan skenario “merugikan” bagi ekonomi dunia, dengan pertumbuhan global diperkirakan turun menjadi 3,1% pada tahun 2026, bahkan mungkin melambat hingga 2,5% jika harga minyak tetap tinggi.
Di sisi lain, pembicaraan perdamaian baru antara Israel dan Lebanon terus berlanjut di Washington. Serangan terbaru oleh militer Israel terhadap Hizbullah di Lebanon Selatan semakin menegaskan tensi yang memanas.
Dalam perkembangan lain, media Iran mengabarkan bahwa angkatan laut Iran telah mengizinkan kapal-kapal China untuk melintasi Selat Hormuz. Partisipasi China ini dilakukan di bawah protokol transit yang dikelola oleh Iran.
Di pihak lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengecam Uni Emirat Arab (UEA) sebagai aktor aktif dalam agresi AS-Israel terhadap Iran. Hal ini menambah kompleksitas situasi regional.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

