Tito Karnavian Dukung Penguatan Soft Approach Cegah Terorisme

Tito Karnavian dorong strategi soft approach untuk mencegah ekstremisme berbasis kekerasan dan terorisme.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNN Indonesia – Nasional

ZONAUTARA.com – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengusulkan penguatan strategi soft approach dalam mencegah ekstremisme berbasis kekerasan dan terorisme di Indonesia. Langkah tersebut menekankan kolaborasi, adaptasi, dan menyasar akar persoalan, termasuk di ruang digital. Tito menyampaikan hal ini dalam Rapat Kerja Teknis Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri di Jakarta, Senin (18/5).

Tito menjelaskan bahwa penyebaran paham ekstremisme dapat terjadi melalui pola komunikasi yang melibatkan pengirim pesan, penerima, saluran, hingga konteks sosial. Menurutnya, pencegahan dapat dilakukan dengan memutus rantai penyebaran tersebut. “Kalau kita bisa mematahkan salah satu saja dari lima komponen ini, maka proses pemindahan pesan atau ideologi radikal, ideologi teroris yang dua itu dari pengirim kepada penerima enggak akan pernah terjadi,” tuturnya dalam keterangan tertulis Kemendagri.

Dia menawarkan lima strategi yang dapat dijalankan secara paralel, yaitu deradikalisasi, kontra radikalisasi, penguatan kontra ideologi, pemutusan saluran penyebaran paham radikal, dan penyelesaian masalah sosial ekonomi. Deradikalisasi penting untuk mereka yang telah terpapar agar kembali pada pemahaman moderat dan mendukung nilai-nilai kebangsaan. Kontra radikalisasi dibutuhkan untuk membangun daya tangkal masyarakat sejak dini terhadap ideologi ekstremisme.

Tito juga menyebutkan pentingnya penguatan kontra ideologi dengan melibatkan tokoh-tokoh berpengaruh agar pesan moderasi lebih mudah diterima. Patroli siber dan kontra narasi digital dinilainya penting untuk memutus saluran penyebaran paham radikal melalui teknologi informasi yang kian berkembang pesat.

Penyelesaian persoalan sosial dan ekonomi masyarakat juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang, khususnya di wilayah yang rentan terhadap ekstremisme berbasis kekerasan. Selama ini, pendekatan penegakan hukum yang kuat telah dijalankan Densus 88 AT Polri terhadap ancaman aktif. Namun, ke depan, soft approach perlu semakin diperkuat sebagai pencegahan dini. “Tapi begitu sudah mereka tiarap, kita harus memulai bombardir dengan kegiatan soft approach,” tambahnya.




Diolah dari laporan CNN Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com