ZONAUTARA.com – Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) menegaskan peran penting BUMN sebagai penopang stabilitas pasar modal nasional. Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa emiten BUMN saat ini menunjukkan kinerja yang kuat, yang mampu menopang stabilitas pasar di tengah tantangan ekonomi global dan domestik.
“Emiten BUMN saat ini menunjukkan kinerja yang sangat baik dan turut menjaga stabilitas pasar modal Indonesia di tengah dinamika IHSG,” ujar Dony dalam keterangannya di Jakarta, Rabu. Dony menjelaskan bahwa kontribusi emiten BUMN tidak hanya terlihat dari capaian kinerja keuangan dan operasional, tetapi juga dari kemampuannya menjaga daya tahan sektor pasar modal nasional.
Di tengah dinamika perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), kinerja emiten BUMN menunjukkan fundamental yang kuat. Performa positif perusahaan pelat merah di lantai bursa diyakini berkontribusi signifikan dalam menjaga stabilitas pasar modal sekaligus memperkuat optimisme terhadap prospek perekonomian Indonesia di tengah tantangan global.
Komitmen menjaga stabilitas pasar juga terlihat dalam kunjungan kerja strategis ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, yang dilakukan Kepala BP BUMN bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, CEO Danantara Rosan Roeslani, Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi, serta jajaran Direksi BEI. Kunjungan lintas lembaga ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk memperkuat koordinasi antarpemangku kepentingan dalam mengawal stabilitas pasar secara waktu nyata.
Sinergi antarotoritas dan pelaku sektor keuangan sangat penting untuk memastikan pasar modal Indonesia terus resilien, sehat, dan tangguh menghadapi dinamika ekonomi global. Pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk menegaskan komitmen bersama dalam menjaga iklim investasi nasional agar tetap kondusif, kompetitif, dan berkelanjutan. Stabilitas pasar modal dinilai memegang peran kunci dalam mendukung pembiayaan pembangunan nasional serta merangsang pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Diolah dari laporan Antara.

