ZONAUTARA.com – Protes besar-besaran terjadi di beberapa kota di Kenya setelah pemerintah setempat menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) secara signifikan. Keputusan tersebut sebagai dampak dari tekanan pasokan global akibat konflik di Iran. Protes ini menyebabkan sedikitnya empat orang tewas dan lebih dari 30 orang mengalami luka-luka.
Di tengah kekacauan yang berlangsung sejak Senin (18/5/2026) di kota Nakuru, Lembah Rift, polisi anti huru hara berupaya membubarkan demonstran di tengah kerumunan yang memanas. Protes dipicu oleh pemogokan operator transportasi umum yang merasa terkena dampak langsung dari kenaikan harga BBM.
Aksi mogok tersebut telah melumpuhkan aktivitas transportasi di kota-kota besar seperti Mombasa. Banyak operator transportasi seperti pengemudi matatu atau taksi minibus menarik kendaraannya sebagai bentuk protes, menyebabkan penumpang terlantar dan aktivitas bisnis terhambat.
Seorang penumpang bernama Carrington Omondi mengomentari situasi ini dengan mengatakan, “Tarifnya agak naik karena harga bahan bakar yang sangat mahal untuk bepergian,” sambil berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan.
Kenya sebelumnya juga kerap kali mengalami protes serupa yang melibatkan operator transportasi umum terkait dengan kenaikan biaya BBM dan pajak, membuat kota-kota besar sering mengalami kelumpuhan. Hingga saat ini, pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi mengenai kapan layanan transportasi akan kembali normal.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

