Dirjen Bea Cukai Diduga Terima Suap Sin$213 Ribu dari Bos Blueray

Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama diduga menerima suap Sin$213 ribu dari Bos Blueray Cargo. Bagaimana dugaan ini terungkap?

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNN Indonesia – Nasional

ZONAUTARA.com – Direktorat Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, dituduh menerima suap sebesar 213.600 dolar Singapura. Dugaan ini muncul dalam kasus pemberian suap dan fasilitas dari Bos Blueray Cargo, John Field, sebagaimana dipaparkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) pada Rabu, 20 Mei 2026. Dalam sidang tersebut, Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I, Orlando Hamonangan, memberikan keterangan terkait penyerahan amplop berisi uang yang dilakukan pada Agustus 2025.

Orlando menyatakan pada bulan tersebut, John Field bersama seorang perempuan bernama Sri Pangastuti atau Tuti mengunjungi kantornya dengan membawa sejumlah amplop yang memiliki kode 1 hingga 3.

“Untuk yang dititipkan sama saya itu amplop cokelat ada tulisan inisialnya nomor 2 sama nomor 1, Pak,”

ungkap Orlando. Meski demikian, Orlando mengklaim dirinya tidak mengetahui sosok penerima amplop berkode nomor 1.

Orlando menambahkan bahwa ia hanya mengetahui kode nomor 2 ditujukan kepada Direktur Penindakan dan Penyidikan, Rizal, dan kode nomor 3 untuk Kasubdit Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan, Sisprian Subiaksono. Data amplop yang diperoleh dalam penyelidikan terungkap bahwa kode 1 adalah untuk Djaka Budi Utama.

“Nomor satu saya tidak tahu Pak, nomor dua saya tahu, nomor tiga saya tahu,”

ujarnya. JPU juga memperlihatkan tabel sampel penyerahan amplop kepada pejabat Bea Cukai lainnya.




Pertemuan antara John Field dengan Djaka dan Rizal terjadi di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada 22 Juli 2025, sebelum penyerahan suap tersebut.

Laporan sebelumnya menyebutkan bahwa John didakwa menyuap banyak pejabat Ditjen Bea dan Cukai dengan total uang Rp61 miliar dan fasilitas hiburan serta barang mewah senilai Rp1,8 miliar. Dugaan ini ikut menyeret beberapa nama termasuk Dedy Kurniawan Sukolo, Manager Operasional Custom Clearance Pelabuhan Blueray Cargo, dan Andri, Ketua Tim Dokumen Importasi Blueray Cargo. Suap dinyatakan diberikan agar impor milik Blueray Cargo bisa lebih cepat melalui pengawasan di bagian Kepabeanan.

Diolah dari laporan CNN Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com