ZONAUTARA.com – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, menolak sejumlah pengajuan proyek dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumut yang dianggap tidak transparan dan terkesan di-mark up. Bobby menegaskan hal ini saat menerima berbagai proyek yang muncul tiba-tiba di mejanya untuk dimintai tanda tangan tanpa adanya presentasi terbuka sebelumnya.
Bobby mengungkapkan bahwa sejak dinyatakan menang pada Pilgub Sumut, banyak pihak yang berusaha mendekatinya untuk meloloskan berbagai proyek. “Saya belum dilantik saja, dinyatakan menang Pilgub Sumut sama KPU sudah banyak sekali yang nelpon ngucapin selamat, habis itu ajukan permohonan biar minta tanda tangan. Saya bilang, ini proyek apa? Kok tiba-tiba sudah ada di meja saya. Gila ya, enggak mau lah saya,” ujar Bobby di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (21/5).
Salah satu proyek yang menjadi sorotan Bobby adalah pembangunan fisik gedung dengan anggaran Rp484 miliar. Bobby menolak proyek tersebut karena tidak ada presentasi konsep pembangunan maupun rincian anggaran yang jelas kepada dirinya. “Gedungnya enggak pernah dipaparkan, enggak pernah diekspos, tiba-tiba minta tanda tangan, saya enggak mau. Orang saya enggak pernah dikasi tau. Enggak pernah dipresentasikan. Dia masuk datang ke meja saya mau tanda tangan. Enak aja. Nilainya sampai ratusan miliar. Saya tolak,” ungkapnya.
Bobby menambahkan bahwa dirinya tidak ingin asal menyetujui proyek tanpa adanya kajian yang jelas, khususnya jika proyek tersebut dinilai terlalu mahal. Hal ini, menurutnya, untuk mencegah pemborosan anggaran dan permainan proyek di lingkungan Pemprov Sumut. “Saya enggak mau tanda tangan kalau prosesnya enggak jelas. Semua harus transparan dan masuk akal,” tegasnya.
Bobby juga memperingatkan OPD di lingkungan Pemprov Sumut untuk tidak lagi mengajukan proyek yang dinilai janggal ataupun hanya mengandalkan kedekatan politik untuk mendapatkan persetujuan anggaran. “Setiap program pembangunan harus benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat, bukan sekadar menghabiskan anggaran daerah,” tambahnya.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

