ZONAUTARA.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan 22 merek Obat Bahan Alam (OBA) yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) pada pengawasan di bulan Maret 2026. Dari jumlah tersebut, 13 produk merupakan produk stamina pria. BPOM sedang menelusuri temuan ini lebih lanjut untuk memastikan keamanan konsumen.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyatakan bahwa keenam belas produk lainnya terdiri atas enam produk pegal linu, satu produk penggemuk badan, dan dua produk pereda gatal. Bahan-bahan kimia yang ditemukan dalam produk-produk tersebut termasuk sildenafil, tadalafil, nortadalafil, paracetamol, metil testosteron, deksametason, dan mikonazol.
“Sebanyak 10 di antaranya memiliki Nomor Izin Edar (NIE), sementara 12 produk lainnya tidak memiliki NIE atau menggunakan NIE fiktif,” ungkap Taruna. Ia mengingatkan bahaya dari penambahan BKO pada produk OBA karena dapat menyebabkan dosis yang tidak tepat dan bahaya kesehatan yang serius.
Menurut Taruna, beberapa produk mengandung sildenafil, tadalafil, dan nortadalafil yang berisiko menimbulkan gangguan jantung hingga kematian mendadak tanpa pengawasan medis. Selain itu, penggunaan deksametason tanpa kontrol dapat mengakibatkan kerusakan ginjal dan efek hormonal.
BPOM juga menerima informasi dari otoritas negara lain melalui Post-Marketing Alert System (PMAS) tentang dua produk luar negeri yang beredar di Thailand, yaitu CHU-U dan Imthip, yang mengandung BKO seperti sildenafil dan tadalafil. Masyarakat diimbau untuk tidak mengonsumsi produk-produk tersebut guna menghindari risiko kesehatan.
Pihak BPOM berkomitmen menindak tegas pelaku yang menambahkan BKO ke dalam OBA. Taruna mengimbau masyarakat untuk membeli produk obat melalui jalur resmi dan melaporkan pelanggaran kepada BPOM. Pengetahuan ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap produk obat bahan alam.
Diolah dari laporan Antara.

