ZONAUTARA.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 di wilayah Laut Maluku pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 08.05 WIB. Gempa tersebut berlokasi di laut sekitar 117 kilometer tenggara Bitung dengan kedalaman 38 kilometer.
Menurut analisis terbaru dari BMKG, gempa yang tergolong sebagai gempa dangkal ini disebabkan oleh aktivitas deformasi batuan di dalam Lempeng Laut Maluku. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyatakan bahwa adanya tekanan dan deformasi batuan akibat interaksi lempeng di kawasan timur Indonesia menjadi penyebab utama gempa ini. Struktur patahan gempa menunjukkan mekanisme pergerakan geser naik atau oblique thrust.
Wijayanto menjelaskan, “Gempa terjadi akibat adanya tekanan dan deformasi batuan di dalam Lempeng Laut Maluku yang terus bergerak akibat interaksi lempeng tektonik di kawasan timur Indonesia.” Kawasan ini terkenal sebagai salah satu wilayah dengan aktivitas seismik tinggi karena berada dalam kawasan Cincin Api Pasifik.
Guncangan gempa dirasakan di berbagai wilayah, termasuk Maluku Utara dan Sulawesi Utara, dengan tingkat intensitas berbeda-beda. Di Pulau Batang Dua, gempa terasa kuat pada skala III-IV MMI, sementara di Sofifi, Halmahera Barat, Tidore, dan Manado, intensitas guncangan mencapai skala II-III MMI. Meskipun tidak ada kerusakan besar yang dilaporkan, kepanikan sempat terjadi di kalangan warga yang merasakan guncangan tersebut.
BMKG memastikan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami, dan hingga pukul 08.20 WIB, belum ada laporan mengenai gempa susulan. BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada namun tidak panik, serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Diolah dari laporan Tirto.id.

