ZONAUTARA.com – Jemaah An-Nadzir yang berada di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, telah menetapkan Hari Raya Iduladha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026. Penetapan ini dilakukan setelah tim khusus memantau dan menghitung pergerakan bulan dari berbagai wilayah di Indonesia.
Al Ustadz M. Samiruddin Pademmui, pimpinan jemaah An-Nadzir, menyatakan, “Iya, kami menetapkan Iduladha jatuh pada Selasa (26/5).” Pernyataan tersebut disampaikannya kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (23/5).
An-Nadzir diketahui mengombinasikan dalil naqli dari Al-Qur’an dan hadis dengan pendekatan ilmiah. Mereka memulai dengan pengamatan fase bulan, seperti pemantauan purnama pada tanggal 14, 15, dan 16 bulan sebelumnya, dan kemudian mengamati bulan sabit tua di ufuk timur dengan menggunakan kain tipis hitam untuk melihat bayangan bulan.
“Selain itu, kami juga memperhatikan fenomena alam seperti hujan, petir, angin kencang, dan pasang puncak air laut yang diyakini sebagai penanda pergantian bulan atau konjungsi (ijtima),” ujar Samiruddin. Tim An-Nadzir menemukan bahwa pergantian bulan dari Dzulqaidah ke Dzulhijjah terjadi pada Ahad, 17 Mei 2026 sekitar pukul 04.03 WITA, di mana matahari terbit lebih dahulu dibanding bulan, yang menandakan bulan baru atau hilal.
An-Nadzir akan melaksanakan Salat Iduladha pada Selasa, 26 Mei 2026 pukul 07.00 WITA. “Dengan demikian, 10 Dzulhijjah atau Hari Raya Iduladha jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026,” tambah Samiruddin. Ia menegaskan bahwa perbedaan metode penetapan awal bulan adalah hal yang lumrah dalam khazanah fikih Islam, mengajak umat Islam untuk menyikapi perbedaan dengan dewasa, bijak, dan saling menghormati.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

