Q-Day 2029: Ancaman Komputer Kuantum yang Siap Membobol Enkripsi

Q-Day, ancaman komputer kuantum membobol enkripsi global, diprediksi terjadi sebelum 2030. Lebih mengancam dari Y2K.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Tirto.id

ZONAUTARA.com – Di tengah kemajuan teknologi, para ahli komputer dan pakar keamanan siber memperingatkan ancaman baru yang berpotensi membahayakan data digital global. Ancaman ini disebut Q-Day, yang diproyeksikan terjadi ketika komputer kuantum mampu membobol enkripsi pengaman data di seluruh dunia. Berbeda dengan krisis Y2K sebelumnya, yang memiliki tenggat waktu jelas, ancaman Q-Day tidak memiliki tanggal pasti, membuatnya jauh lebih mengkhawatirkan.

Pada pergantian milenium dua dekade lalu, seluruh dunia waspada terhadap masalah Y2K, di mana komputer lama dikhawatirkan salah membaca tahun 2000 sebagai 1900. Masalah tersebut dapat diatasi tepat waktu karena solusinya jelas dan dapat dikerjakan. Namun, Q-Day berbeda karena berkat komputer kuantum, enkripsi yang kini melindungi data perbankan, rekam medis, hingga komunikasi militer terancam dibobol.

Beberapa perkembangan riset elektronik dalam beberapa tahun terakhir semakin mendekatkan kenyataan tersebut. Pada Mei 2025, Craig Gidney dari Google Quantum AI mengungkapkan bahwa komputer kuantum dapat membobol enkripsi RSA-2048 dengan kurang dari satu juta qubit, jauh lebih efisien dari perkiraan sebelumnya yang membutuhkan 20 juta qubit. Ini menjadi peringatan bahwa Q-Day bisa terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan.

Perkembangan teknologi ini menimbulkan reaksi cepat dari industri. Google, salah satu pelopor riset kuantum, menetapkan tahun 2029 sebagai batas waktu untuk beralih ke kriptografi pasca-kuantum. Heather Adkins, Wakil Presiden Rekayasa Keamanan Google, menekankan pentingnya tanggung jawab Google dalam memimpin perubahan ini sebagai contoh nyata.

Sementara itu, startup Australia Iceberg Quantum mengembangkan arsitektur baru bernama Pinnacle yang dapat membuka enkripsi RSA-2048 dengan kurang dari 100.000 qubit fisik. Hal ini menandakan bahwa teknologi menuju Q-Day semakin dekat dan urgensi untuk melakukan migrasi ke sistem kriptografi yang lebih aman semakin meningkat.




Diolah dari laporan Tirto.id.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com