Sultan HB X Tanggapi Pembubaran Ibadah Jemaat Gereja di Bantul

Sultan HB X menanggapi pembubaran aktivitas ibadah Gereja Misi Sejahtera di Bantul, menekankan pentingnya toleransi & kesadaran akan keberagaman.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNN Indonesia – Nasional

ZONAUTARA.com – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, memberikan tanggapannya terkait pembubaran aktivitas ibadah jemaat Gereja Misi Sejahtera (GMS) yang terjadi di Glugo, Panggungharjo, Sewon, Kabupaten Bantul, DIY pada Minggu (24/5). Sultan HB X menegaskan bahwa perbedaan di masyarakat tidak dapat dihindari dan menekankan pentingnya memahami keberagaman ini sebagai bagian dari ciptaan Tuhan.

Sultan mengingatkan bahwa manusia memang diciptakan dengan berbagai latar belakang berbeda, baik dari ras, agama, maupun asal usul. “Yang namanya manusia itu perbedaan itu ada, tapi tidak memahami bahwa Allah itu memang menciptakan memang rasnya ya berbeda, agama ya berbeda, asal usulnya juga dari yang berbeda,” ujarnya di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Senin (25/5).

Peristiwa pembubaran ini dipicu oleh penolakan sekelompok organisasi masyarakat yang mempertanyakan izin penggunaan bangunan baru sebagai tempat ibadah oleh jemaat GMS. Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bantul, Yulius Suharta, menjelaskan bahwa ibadah itu diadakan untuk merayakan penggunaan bangunan sewa baru di Glugo, yang terletak di tepi ring road.

Meskipun jemaat GMS telah mendapatkan Surat Keterangan Tanda Lapor (SKTL) dari Kanwil Kemenag untuk bangunan tersebut, Yulius menambahkan bahwa Pemkab Bantul masih akan memeriksa apakah dokumen ini cukup sebagai landasan hukum atau masih diperlukan syarat administrasi lainnya. Pemerintah setempat, bersama perwakilan kelurahan dan kecamatan, telah berusaha mengantisipasi masalah ini sebelum terjadi pergerakan massa saat acara ibadah berlangsung.

Sementara itu, Pemkab Bantul berencana untuk mengadakan rapat koordinasi dengan Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dan jajaran Forkopimda guna menentukan langkah selanjutnya dalam menangani insiden pembubaran ibadah ini.




Diolah dari laporan CNN Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com