ZONAUTARA.com — Banjir yang melanda empat desa di Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow, pada Rabu, 28 Mei 2026, menyisakan lumpur dan material kayu di permukiman warga.
Desa yang terdampak yakni Komangaan, Solimandungan Baru, Solimandungan I, dan Solimandungan II, dengan kondisi terparah terjadi di Solimandungan II.
Sedikitnya 125 rumah di Solimandungan II terdampak banjir yang mulai terjadi sekitar pukul 16.00 Wita.
Arus air datang dari kawasan pegunungan dan meluap melalui Sungai Botuk yang berhulu di wilayah perkebunan Gunung Botuk.
Material yang terbawa arus tidak hanya lumpur, tetapi juga batang kelapa, pohon pisang, dan potongan kayu berukuran besar yang masuk hingga ke dalam rumah warga.
Min Mokoginta (46), warga Solimandungan II, mengatakan kondisi tersebut baru pertama kali terjadi di wilayahnya. Menurut dia, sebelumnya Sungai Botuk tidak pernah meluap hingga membawa potongan kayu ke permukiman.
“Saat itu sudah mulai pembagian daging,” kata Min di Solimandungan II, Kamis, (24/5/2026).
Ia mengatakan warga sempat panik ketika air datang secara tiba-tiba. Orang-orang yang berada di langsung berhamburan menyelamatkan diri saat arus mulai memasuki rumah-rumah warga.
Hingga saat ini, banyak rumah masih dipenuhi lumpur dan kayu yang terbawa banjir. Warga terlihat membersihkan rumah dan lingkungan sekitar secara gotong royong.

Sementara itu, warga Solimandungan I, Eping Potabuga (39), mengaku rumahnya tidak terkena dampak langsung karena berada di dataran lebih tinggi. Meski demikian, ia menyaksikan rumah tetangganya dihantam arus banjir.
“Air masuk dalam rumah, dinding dapur rusak, peralatan seperti mesin cuci terbawa,” ujar Eping.
Berdasarkan pantauan Zonautara.com, warga bersama ASN, personel TNI, dan Polri melakukan kerja bakti membersihkan lumpur dan material kayu yang menutupi akses jalan serta halaman rumah warga.
Hingga Kamis siang, proses pembersihan masih terus berlangsung di sejumlah titik terdampak.

