Takut dihantam kayu, warga Solimandungan II masih trauma banjir

Editor: Redaktur

ZONAUTARA.com — Rasa takut masih membekas di benak Mima Mokoginta (58), warga Desa Solimandungan II, Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow, pascabanjir menerjang wilayah mereka pada Rabu, 28 Mei 2026.

Di tengah hujan deras yang mengguyur sejak siang, air tiba-tiba meluap dan mengepung permukiman warga. Mima mengatakan hujan mulai turun sekitar pukul 14.00 WITA. Namun hanya berselang satu jam, debit air meningkat drastis hingga masuk ke rumah-rumah warga.

“Jam dua siang hujan, jam tiga air sudah meluap. Kalau cuma hujan biasanya tidak banjir,” ujar Mima saat ditemui di lokasi terdampak, Kamis (24/5/2024)

Perubahan situasi yang begitu cepat membuat warga panik. Mima mengaku langsung berteriak memanggil anak-anaknya untuk keluar rumah ketika air mulai naik.

“Saya berteriak-teriak, ya Allah sudah ada air ke anak, keluar-keluar karena air sudah naik,” katanya.




Menurut Mima, banjir tidak hanya membawa lumpur dan air, tetapi juga material batu besar dari arah pegunungan. Arus deras datang dari berbagai sisi hingga membuat kampung mereka seperti terkepung.

“Sudah dikepung air sekampung, muka belakang. Batu-batu besar juga ikut turun, jalan di belakang putus,” ungkapnya.

Kondisi semakin mencekam ketika akses jalan mulai rusak diterjang arus. Dalam kepanikan, warga hanya bisa menyelamatkan diri sambil berharap bantuan segera datang.

“Jalan sudah rusak. Torang tidak tahu harus bagaimana,” ujarnya.

Hingga kini, kekhawatiran warga belum hilang. Mereka takut hujan kembali turun dan memicu banjir susulan maupun longsor dari kawasan perbukitan di sekitar desa. Ancaman kayu-kayu besar yang terbawa arus juga menjadi ketakutan tersendiri bagi warga.

“Kalau boleh pemerintah perhatikan warga, karena kami takut. Siapa tahu hujan lagi dan longsor lagi. Yang kami takut dihantam kayu-kayu besar dari gunung,” tutur Mima.

Banjir yang terjadi di Kecamatan Bolaang dilaporkan berdampak di empat desa. Namun, Desa Solimandungan II menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah, dengan ratusan rumah warga terdampak dan akses jalan mengalami kerusakan akibat derasnya arus banjir.

Suka berkelana ke tempat baru, terutama di alam bebas. Mencintai sastra fiksi dan tradisi. Berminat pada isu-isu ekofeminisme, gender, hak perempuan dan anak. Beberapa kali menerima fellowship liputan mendalam. Tercatat sebagai anggota AJI.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com