ZONAUTARA.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengumumkan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Mei 2026 dalam konferensi pers APBN KiTa yang dijadwalkan berlangsung hari ini, Jumat (5/6/2026). Konferensi pers tersebut akan diadakan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, pada pukul 13.30 WIB.
Purbaya menjelaskan bahwa keuangan negara menunjukkan kinerja positif meskipun di tengah gejolak nilai tukar rupiah. Ia membantah bahwa defisit fiskal menjadi penyebab pelemahan nilai tukar.
“Fiskalnya kan bagus. Besok ada itu, (konferensi pers) APBN KiTa. Anda boleh tanya lagi di situ, saya jelaskan lagi. Kalau enggak saya ngulang lagi ini, tapi pada dasarnya aman,” ujar Purbaya ketika diwawancarai di DPR RI pada Kamis (4/6/2026).
Dalam laporan tersebut, Purbaya mengungkapkan bahwa defisit APBN per Mei diperkirakan mencapai sekitar 0,7% dari Produk Domestik Bruto (PDB), mengalami peningkatan dibandingkan dengan posisi April yang sebesar 0,64%. Meski demikian, angka tersebut dinilai masih berada jauh di bawah batas defisit APBN yang ditetapkan pemerintah.
Purbaya menambahkan bahwa jika defisit dihitung untuk satu tahun penuh, rasio defisit APBN diperkirakan akan berada di kisaran 1,8% terhadap PDB. Angka ini masih di bawah ambang batas 3% terhadap PDB yang diatur dalam undang-undang. Menurutnya, defisit bulan Mei yang mengalami kenaikan dibandingkan bulan April tetap dalam batas aman.
“Di bulan Mei, defisitnya naik sedikit dibanding April ke 0,7%. Tapi kalau itu kan 5 bulan, yang itu kan 4 bulan. Kalau kita hitung 12 per 5 kali 0,7, kasarannya ya antara 1,8% ke PDB, rasio defisitnya. Jadi kalau hitungan kasar sampai itu aman,” papar Purbaya.
