ZONAUTARA.com – Apriyadi Kusbiantoro, seorang komikus asal Bantul, Yogyakarta, telah mencatatkan namanya di kancah internasional sebagai ilustrator resmi komik ternama ‘Storm’. Dalam kesibukannya menggambar tokoh komik di rumahnya yang sederhana di Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis, Apriyadi mengungkapkan bahwa sebelumnya pernah bermimpi menjadi ilustrator komik tersebut. “Pernah ada masa ketika saya berani bermimpi menjadi ilustrator ‘Storm’. Dan ternyata mimpi itu tercapai ketika penulis asli ‘Storm’ meminta saya menjadi ilustratornya,” ungkap Apriyadi.
Di rumahnya yang dipenuhi lukisan dan sampul komik yang pernah ia buat, Apriyadi mengenang perjalanan panjangnya menuju kesuksesan di industri komik internasional. Lukisan-lukisan yang menghiasi dinding rumahnya bukan hanya sekadar dekorasi, melainkan kelanjutan dari hobi masa kecil yang kerap diremehkan oleh orang-orang di sekitarnya. Kini, karya-karyanya telah menembus pasar Amerika Serikat, Belanda, Jerman, dan negara-negara lain di Eropa.
Kecintaan Apri terhadap komik sudah tumbuh sejak ia masih sekolah dasar. Namun, pada masa itu hobi menggambarnya sering memicu ketegangan dengan orang tuanya yang kurang menyetujui, karena buku-buku pelajaran Apri lebih banyak dipenuhi coretan gambar daripada catatan pelajaran. “Waktu SD, orang tua saya sering kesel melihat buku tulis saya yang penuh gambar dibandingkan catatan pelajaran,” cerita Apri.
Saat ini, Apriyadi mengerti bahwa pada masa itu menggambar dianggap sebagai aktivitas yang tidak menjanjikan masa depan yang cerah. Buku pelajaran dipandang sebagai satu-satunya jalan untuk mencapai kesuksesan akademis. Namun, minat Apriyadi pada komik Amerika dan Eropa, seperti ‘Batman’, ‘Superman’, ‘Captain America’, hingga ‘Storm’ dan ‘Tintin’ tidak pernah surut. Kegemarannya didukung oleh kakaknya yang kerap membeli dan menyewa buku komik, meski mendapatkan tantangan dari orang tua.
Kecintaannya pada dunia komik telah menuntunnya untuk mencoba menciptakan komik sendiri ketika duduk di bangku sekolah menengah pertama. Meskipun upaya tersebut tidak semuanya selesai, proses kreatifnya terus berkembang dan menjadikannya salah satu komikus kenamaan yang diakui secara internasional.
Diolah dari laporan Antara.

