ZONAUTARA.com – Istana Negara melalui Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, memberikan tanggapan atas nama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda, Raffi Ahmad, yang dikaitkan dengan kasus dugaan suap di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Ia mengingatkan pentingnya konsentrasi pada upaya pemulihan ekonomi nasional. “Sehingga mari kita saling bergandengan tangan, saling merapatkan eh barisan, saling bekerja sama satu sama lain untuk memperkuat ekonomi kita. Itu dulu,” ucap Prasetyo di kompleks parlemen pada Selasa (9/6).
Raffi Ahmad telah membantah keterlibatannya dalam dugaan kasus korupsi importasi tersebut. Ia menyatakan bahwa dirinya terbiasa disebut dalam masalah meskipun tidak pernah terlibat. “Itu tidak benar,” ujar Raffi di Jakarta. Meski demikian, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut nama Raffi setelah kunjungannya ke Kantor Blueray Cargo di Amerika Serikat untuk menitipkan barang elektronik.
Pada persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, nama Raffi muncul sehubungan dengan permintaan pengiriman laptop dan iPhone 17 dari AS ke Indonesia yang disampaikan oleh Yohanes, asisten pribadi pimpinan Blueray Cargo, John Field. Nama Raffi juga tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Yohanes.
John Field dan anak buahnya, Dedy Kurniawan Sukolo dan Andri, didakwa menyuap sejumlah pejabat DJBC dengan uang Rp61 miliar serta fasilitas hiburan senilai Rp1,8 miliar. Menanggapi situasi ini, Raffi mengandeng pengacara Hotman Paris untuk mengambil langkah hukum.
Dalam unggahannya di media sosial bersama Hotman Paris, Raffi Ahmad memperingatkan pihak yang menyampaikan berita yang “jauh dari cerita sebenarnya.”
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

