ZONAUTARA.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mengemukakan bahwa kantin sekolah dapat menjadi alternatif dapur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah efisiensi. Kepala BGN, Nanik S Deyang, menjelaskan bahwa pendekatan ini sangat relevan untuk diterapkan di wilayah dengan penerima manfaat yang sedikit sehingga tidak perlu membangun dapur baru.
Nanik memberi contoh daerah terpencil, daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), termasuk sebuah sekolah di Lombok Barat dengan hanya 119 murid. “Kan enggak mungkin juga didirikan dapur, tapi di situ ada kantin. Jadi bisa dong kantin itu digunakan, gitu,” ujarnya kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta.
Pemanfaatan kantor sekolah dan fasilitas lain yang sudah ada, seperti dapur umum yang dibangun melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), juga disebutkan oleh Nanik. Dia mengatakan, misalnya di Raja Ampat, ada dapur umum dari CSR Pertamina yang bisa digunakan.
Nanik menegaskan bahwa langkah ini diperlukan agar program MBG tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Ini bagian efisiensi supaya tidak tadi, menggunakan semuanya APBN,” ungkapnya.
Terkait informasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menghentikan layanan, Nanik menyatakan bahwa pencairan dana sebenarnya telah dilakukan secara bertahap, termasuk pencairan senilai Rp5 triliun yang berlangsung pada hari ini. “Jadi tidak ada masalah, ini masalah teknis saja,” katanya.
Diolah dari laporan Antara.

