ZONAUTARA.com – Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO telah meluncurkan unit eksperimental baru yang bertugas menguji sistem tanpa awak di wilayah Arktik yang mulai beroperasi dari La Spezia, Italia, Senin lalu. Langkah ini menandai peningkatan kehadiran militer NATO di kawasan kutub utara, serta memunculkan kekhawatiran ketegangan dengan Rusia.
Satuan Tugas yang diberi nama Task Force X-Arctic tersebut dijadwalkan beroperasi hingga tahun 2027 untuk menguji sistem tanpa awak dalam memberikan kesadaran situasional multi-domain. Wilayah operasinya mencakup Atlantik Utara, Arktik, serta High North.
Kehadiran satuan tugas ini diresmikan bersamaan dengan keberangkatan kapal riset Alliance dari La Spezia. “Task Force X-Arctic adalah tentang menguji dan mengintegrasikan teknologi baru di salah satu lingkungan operasional paling menuntut di planet ini. Ini akan membantu Sekutu menetapkan standar masa depan dan mempertahankan keunggulan tempur yang diperlukan untuk beroperasi, beradaptasi, serta menang di High North,” ungkap Laksamana Pierre Vandier dari militer Prancis.
Pada sisi lain, ketegangan semakin meningkat di Eropa menyusul ketidakpuasan Rusia terhadap tindakan NATO di Arktik. Rusia menolak keras kehadiran NATO dan berjanji akan memberikan respons yang setimpal akibat tindakan tersebut. Presiden Vladimir Putin beserta pejabat Rusia lainnya menganggap penumpukan militer NATO di Arktik sebagai ancaman.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyebut bahwa mitos ancaman Rusia dianggap sebagai alasan NATO untuk meningkatkan belanja militer. “Pengalokasikan dana tambahan tersebut hanya digunakan untuk mengatasi masalah imajiner. Pengeluaran jumbo itu dinilai mengabaikan tantangan nyata yang berkaitan dengan penyelesaian masalah ekonomi dan sosial masyarakat di negara-negara anggota NATO,” tegas Zakharova.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

