Perang AS-Israel vs Iran: Daftar Pemenang Sementara Setelah 100 Hari

Iran dan China muncul sebagai pemenang sementara setelah 100 hari konflik perang AS-Israel vs Iran.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNBC Indonesia – News

ZONAUTARA.com – Seratus hari setelah perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran dimulai pada akhir Februari, belum ada pemenang mutlak yang muncul sebagai penguasa atas konflik tersebut. Namun, sejumlah pihak telah meraih keuntungan strategis sementara yang signifikan. Pada tanggal 28 Februari, Presiden AS Donald Trump meluncurkan operasi militer yang diproyeksikan untuk mengakhiri cepat, dengan asumsi bahwa pemerintahan Teheran akan runtuh atau setidaknya melemah secara fatal. Kenyataannya berbeda, setelah perayaan seratus hari peperangan, situasi di lapangan berkembang lebih kompleks, dengan 2.211 korban tewas, lebih dari 22.000 orang terluka, dan sedikitnya 3,9 juta orang mengungsi.

Perang melibatkan lebih banyak aktor setelah merambah ke Lebanon, mengguncang pasar energi global, memicu serangan balasan Iran di negara-negara Teluk, dan menguji pengaruh Amerika Serikat di Timur Tengah serta efektivitas dari diplomasi internasional. Dalam konteks ini, analis menilai beberapa pihak mendapatkan keuntungan dari situasi tersebut.

Pemerintah Iran digolongkan dalam kategori ‘pemenang sementara’. Meskipun serangan awal menghancurkan sistem pertahanan udara, peluncur rudal, serta menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan beberapa pejabat tinggi, Iran berhasil bertahan. Meskipun dengan kerusakan infrastruktur yang signifikan dan tekanan ekonomi dari blokade AS, tujuan AS untuk menjatuhkan pemerintahan Teheran tidak tercapai. Selain itu, Iran berhasil melakukan kerugian ekonomi dan militer terhadap lawannya dan menutup Selat Hormuz, jalur yang sangat penting bagi perdagangan energi dunia.

China juga dikategorikan sebagai pihak yang mendapatkan keuntungan. Beijing merupakan pembeli utama minyak mentah Iran, menjadikannya mitra dagang paling penting bagi Iran. Hubungan ekonomis ini membuat seruan Presiden China, Xi Jinping, kepada Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz lebih berpengaruh dibandingkan tekanan dari Trump. Ketika fasilitas energi di kawasan Teluk terus berisiko, posisi AS sebagai pelindung Timur Tengah pun dipertanyakan.

Dengan perkembangan ini, perang terus memberikan dampak luas di berbagai sektor internasional, dan analisis lebih lanjut diperlukan untuk memetakan langkah strategis ke depan bagi pihak-pihak yang terlibat.




Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com