ZONAUTARA.com – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing seringkali berdampak langsung pada kenaikan harga barang dan jasa di dalam negeri. Dalam situasi ini, masyarakat perlu lebih cermat mengelola pengeluaran agar stabilitas ekonomi keluarga tetap terjaga.
Rista Zwestika CFP, WMI, perencana keuangan dari Finante.id, menekankan pentingnya disiplin dalam mengatur prioritas pengeluaran. Penurunan nilai tukar rupiah, menurutnya, berpotensi memicu inflasi yang dapat menggerus daya beli jika tidak diantisipasi dengan strategi keuangan yang tepat.
Langkah pertama yang disarankan Rista adalah mengamankan pos pengeluaran utama dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda. “Dalam kondisi nilai tukar rupiah melemah, masyarakat perlu lebih disiplin dalam mengatur prioritas pengeluaran,” ujarnya pada Senin (8/6).
Bagi masyarakat dengan kewajiban utang atau cicilan, Rista menekankan pentingnya membayar tepat waktu untuk menghindari tambahan beban berupa bunga atau denda. Ia juga menyarankan evaluasi pengeluaran konsumtif yang tidak mendesak hingga kondisi ekonomi dan nilai tukar rupiah stabil kembali.
Selain itu, menyiapkan dana darurat menjadi keharusan sebagai bantalan keuangan untuk menghadapi risiko tak terduga seperti kehilangan pekerjaan. “Evaluasi pengeluaran diperlukan untuk menjaga keseimbangan anggaran keuangan rumah tangga dan mencegah tekanan keuangan yang lebih besar di kemudian hari,” tambah Rista.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

