ZONAUTARA.com – Pasukan bersenjata Inggris menghadapi ancaman pengurangan pelatihan dan operasi jika tidak menerima dana tambahan lebih dari yang saat ini ditawarkan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Staf Pertahanan, Air Chief Marshal Sir Richard Knighton.
Sir Richard menegaskan bahwa Rencana Investasi Pertahanan pemerintah tidak menyediakan cukup dana untuk mendukung kegiatan harian jangka pendek. Pekan lalu, mantan Menteri Pertahanan John Healey mengundurkan diri dengan alasan kesepakatan dana yang diusulkan akan mengurangi kesiapan pasukan dan meningkatkan risiko bagi personel dalam operasi.
Pada pernyataan di Dewan Perwakilan Rakyat sebelumnya, dia menyebut pengunduran dirinya diperlukan untuk masa depan angkatan bersenjata Inggris dan aliansi. “Keputusan saya pekan lalu adalah tentang negara kita, bukan karier,” tegasnya kepada anggota DPR.
Healey juga mengecam Menteri Keuangan Rachel Reeves yang dianggap tidak bersedia menyediakan dana yang memadai untuk menghadapi ancaman terhadap negara. Pemerintah berkomitmen meningkatkan belanja pertahanan menjadi 3,5% dari pendapatan nasional pada 2035, sejalan dengan sekutu dalam aliansi militer NATO. Namun, belum ada indikasi dana tambahan akan ditemukan.
Sementara itu, Sir Richard Knighton menekankan pentingnya dana untuk kegiatan operasional dan pelatihan sehari-hari. Tanpa perubahan dalam anggaran, area tersebut akan berada di bawah tekanan. Daniel Jarvis, Menteri Pertahanan baru, tengah meninjau bagaimana uang tersebut akan dibelanjakan. Tetapi, seperti yang dinyatakan oleh Healey, peningkatan belanja pertahanan Inggris berjalan lambat dibandingkan anggota NATO lainnya.
Diolah dari laporan BBC News.

