ZONAUTARA.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, merencanakan untuk menghidupkan kembali program konversi kompor listrik dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Bahlil mengajukan anggaran sebesar Rp815,56 miliar untuk mendukung pelaksanaan program ini.
Menurut Bahlil, konversi kompor listrik merupakan strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada impor LPG yang semakin membebani anggaran negara. “Kompor listrik karena ini untuk kita mengurangi kebutuhan LPG, kita mencari untuk bauran energi lain,” ujar Bahlil dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI, yang diadakan secara daring pada Rabu, 17 Juni 2026.
Bahlil menambahkan bahwa impor LPG telah menguras devisa negara lebih dari Rp120 triliun per tahun dan bisa melebihi Rp130 triliun akibat fluktuasi harga minyak mentah global. Subsidi LPG juga menambah beban anggaran hingga melampaui Rp80 triliun. Hal ini mendorong pemerintah mencari solusi energi yang lebih berkelanjutan.
Selain kompor listrik, anggaran ini termasuk dalam pagu indikatif Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) sebesar Rp1,5 triliun, yang juga mencakup program konversi motor listrik senilai Rp635,24 miliar. Total anggaran Kementerian ESDM untuk tahun 2027 diajukan sebesar Rp27,33 triliun, meningkat 26,11 persen dari pagu tahun sebelumnya.
Untuk memastikan penyaluran yang tepat sasaran, Bahlil meminta dukungan dari anggota DPR dalam memetakan daerah-daerah yang paling membutuhkan konversi kompor listrik. “Ini saya pikir kami juga minta bantuan dari Bapak Ibu Anggota DPR untuk bisa tahu kompor listrik ini yang membutuhkan di daerah-daerah mana saja supaya bisa kami melakukan kerja sama dan sinkronisasi,” tambahnya.
Diolah dari laporan Tirto.id.

