ZONAUTARA.com – Menteri Luar Negeri Sugiono menekankan pentingnya kerja sama pemanfaatan teknologi nuklir antara Indonesia dan Rusia untuk mencapai swasembada energi nasional dalam tiga tahun ke depan. Hal ini disampaikannya dalam Konferensi Tingkat Tinggi BRICS Plus yang diadakan di Kazan, Rusia, bertepatan dengan peringatan 35 tahun kemitraan ASEAN-Rusia.
Sugiono menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan dengan menjelajahi berbagai opsi teknologi yang aman. “Pengalaman luas yang dimiliki Rusia di bidang ini menjadi landasan kuat untuk membangun kerja sama,” ujar Sugiono dalam pernyataannya yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri RI.
Indonesia menekankan bahwa kerja sama tersebut harus didasari oleh alih teknologi, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, dan penerapan standar keselamatan internasional tertinggi. Secara regional, Sugiono juga mendorong penguatan kemitraan strategis antara ASEAN dan Rusia untuk mengatasi fragmentasi rantai pasok global.
Sebagai upaya menjaga kestabilan pasokan energi dan pangan, sugiono menilai pentingnya peran Rusia, salah satu produsen energi, gandum, dan pupuk terbesar dunia, dalam memastikan rantai pasok ke pasar ASEAN tetap stabil dan dapat diprediksi.
Sugiono juga menyambut baik adopsi Deklarasi Kazan, yang sejalan dengan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific, serta penandatanganan Nota Kesepahaman de-eskalasi konflik antara AS dan Iran. Ia menegaskan fokus Indonesia pada krisis kemanusiaan di Palestina dan menekankan pentingnya kerja sama dengan Rusia dan ASEAN untuk ketahanan, kemakmuran, serta stabilitas yang berkelanjutan.
Diolah dari laporan Antara.

