ZONAUTARA.com – Penyanyi dangdut senior, Inul Daratista, berbicara mengenai perkembangan musik dangdut di Indonesia yang dinilainya semakin positif. Inul menegaskan bahwa dangdut kini telah berubah menjadi genre yang inklusif, merangkul berbagai generasi, termasuk generasi muda atau Gen Z.
Dalam kesempatan bertemu di Jakarta, pelantun “Buaya Buntung” ini menyebut bahwa perkembangan dangdut didorong oleh sifat universal musik ini. Dangdut tidak lagi hanya dianggap sebagai genre klasik yang kaku, tetapi telah berubah menjadi musik yang fleksibel dan mampu berintegrasi dengan berbagai aliran modern. “Dangdut itu sangat universal. Baik itu pure dangdut, maupun di luar genre dangdut, semuanya bisa menikmati. Bahkan musik dangdut itu bisa dimodifikasi menjadi apa saja,” ungkap Inul pada Minggu (21/6).
Inul juga mencatat bahwa kemampuan dangdut untuk berasimilasi dengan genre lain seperti pop, hip hop, hingga disko adalah kunci utama dalam peningkatan popularitas musik ini di kalangan anak muda. Hal ini memungkinkan dangdut tetap relevan di tengah persaingan tren musik global.
Lebih lanjut, Inul berbagi pengalamannya membawakan dangdut ke kancah internasional, termasuk saat tampil di Amsterdam, Belanda. Ia mengenang bahwa pertunjukannya tidak hanya dinikmati oleh publik umum, tetapi juga menarik tokoh diplomatik penting. “Waktu dulu aku nyanyi di Amsterdam juga pernah didatangi Perdana Menteri Inggris juga,” kenang Inul, menggarisbawahi daya tarik dangdut yang mampu melintasi batas negara dan protokol formal.
Di akhir perbincangan, Inul menyampaikan harapannya agar musik dangdut terus menjadi kebanggaan nasional. Baginya, keberhasilan dangdut berbicara tentang persatuan tanpa memandang latar belakang ekonomi. Ia juga mengutarakan keinginannya untuk menembus pasar Tiongkok dan mengagumi aktor Zhang Ling He. “Mau, mau banget (ke Tiongkok). Biar ketemu Zhang Ling He,” ujarnya berseloroh.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

