ZONAUTARA.com – Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, mendesak Kejaksaan Agung untuk melakukan verifikasi terhadap 41 nama yang diungkapkan oleh mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sanjaya terkait dugaan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sony menyebutkan nama-nama tersebut saat ia diperiksa sebagai tersangka dalam kasus tata kelola program MBG.
Charles Honoris menegaskan bahwa informasi tersebut harus didalami oleh penyidik untuk memastikan keabsahannya. “Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan di Kejaksaan Agung dan meyakini aparat penegak hukum akan bekerja secara profesional, independen, serta mampu mengungkap perkara ini secara terang benderang,” ujar Charles kepada wartawan, Minggu (21/6/2026).
Penting, menurut Charles, agar informasi itu tidak diambil mentah-mentah oleh publik sebelum ada pendalaman lebih lanjut dari penyidik. Dia menekankan bahwa jika ada bukti yang kuat, semua pihak yang terlibat harus diperkarakan sesuai hukum yang berlaku. “Informasi mengenai adanya 41 nama yang disebutkan oleh Saudara Sony Sonjaya tentu harus didalami dan diverifikasi secara menyeluruh oleh penyidik,” jelasnya.
Charles juga memperingatkan Sony agar berhati-hati dalam menyebut nama pihak lain. “Di sisi lain, saya juga berharap Saudara Sony tidak sekadar melempar nama atau membuat pernyataan yang justru mengaburkan substansi perkara yang sedang menjerat dirinya,” katanya. Ia menambahkan bahwa setiap informasi harus bisa dipertanggungjawabkan dengan bukti yang valid agar mendorong penegakan hukum dan tidak menjadi distraksi dalam penyidikan kasus ini.
Sebelumnya, kuasa hukum Sony, Krisna Murti, menyatakan bahwa dalam pemeriksaan, Sony diminta menguraikan 26 nama pihak yang mengajukan penentuan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Krisna menyebut jumlah 26 nama tersebut berkembang menjadi 41 nama. “Nah, dari 26 nama yang pernah kami sebut, ada satu orang pas dibuka tadi hasil chat-nya, tabelnya itu terisi sekitar, totalnya 41 nama,” kata Krisna di gedung Jampidsus Kejagung RI, Jakarta Selatan, Kamis (18/6).
Diolah dari laporan Detik.

