ZONAUTARA.com – Pemerintah Kota Surabaya berhasil meraih penghargaan sebagai Pemerintah Daerah dengan dukungan APBD tertinggi dalam program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Target mereka adalah menyelesaikan pembangunan 7.196 rutilahu pada tahun 2027.
Penghargaan ini diserahkan dalam acara Expo Konstruksi Jawa Timur 2026. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa kota tersebut tidak hanya mengandalkan APBD, tetapi juga memperkuat kolaborasi dengan lembaga seperti Yayasan Buddha Tzu Chi, Ciputra, dan Baznas Surabaya.
“Negara tidak akan kuat jika hanya pemerintah yang bergerak. Tapi hari ini dibuktikan, kekuatan gotong royong bisa menjadi satu kesatuan besar,” ujar Eri dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026).
Eri menyebutkan bahwa pada tahun 2026, 3.242 unit rutilahu akan selesai, sedangkan sisanya, 3.896 unit, ditargetkan rampung pada 2027. Untuk mencapai target ini, 2.240 unit rumah diperbaiki melalui APBD, dan 1.002 unit mendapat dukungan CSR. Ada pula bantuan dari Kementerian PKP berupa BSPS untuk 200 unit.
Iman Kristian, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Kota Surabaya, menekankan penanganan rutilahu sebagai fokus utama pemkot untuk meningkatkan kualitas hunian. Penghargaan ini dianggap sebagai pengakuan atas komitmen mereka dalam menyajikan hunian layak melalui kolaborasi lintas sektor.
“Jadi program Rutilahu tidak hanya dihandle oleh dana APBD Surabaya, tapi juga ada dana CSR,” ungkap Iman.
