ZONAUTARA.com – Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menyanggah tudingan adanya pengkondisian dari pihak pemerintah terkait demonstrasi yang mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) baru-baru ini. Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI, Kurnia Ramadhana, menegaskan bahwa pemerintah menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat, baik yang mendukung maupun mengkritik kebijakan pemerintah tersebut.
“Terkait dengan dugaan ada pengkondisian dari pemerintah terhadap demo yang mendukung MBG, saya rasa itu tidak benar. Karena posisi pemerintah adalah menghargai setiap pendapat, suara masyarakat baik yang pro maupun yang kontra,” kata Kurnia.
Kurnia juga menyatakan bahwa pemerintah tengah berupaya meningkatkan tata kelola program MBG dengan dukungan pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN). “Pada intinya yang saat ini sedang pemerintah lakukan adalah berusaha berbenah diri dalam hal Program Makan Bergizi Gratis. Sembari itu juga perbaikan-perbaikan dilakukan oleh pimpinan BGN yang baru,” tuturnya.
Aksi massa yang mendukung kelanjutan MBG muncul sebagai respon terhadap protes dari mahasiswa dan kelompok masyarakat lain yang menuntut evaluasi menyeluruh terhadap MBG, bersamaan dengan beberapa tuntutan lainnya.
Menurut Wakil Kepala sekaligus Juru Bicara BGN, Agustina Arumsari, BGN memutuskan kebijakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak akan menerima insentif selama masa libur sekolah, terkait dengan penghentian sementara distribusi MBG. Langkah tersebut bertujuan mendukung penataan dan standardisasi tata kelola program serta menghemat anggaran. BGN mencatat SPPG yang beroperasi mencapai 27.820 unit, dan dengan menyetop insentif Rp6 juta per hari selama 18 hari libur sekolah, diperkirakan efisiensi anggaran mencapai sekitar Rp3 triliun.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

