ZONAUTARA.com – Komisi Grand Prix (GPC) secara resmi menetapkan perubahan signifikan dalam regulasi MotoGP yang akan berlaku mulai GP Belanda di Sirkuit Assen pada tahun 2026. Di antara aturan baru ini adalah pelarangan penggunaan perangkat holeshot atau front ride-height device, yang awalnya direncanakan untuk dihapus pada perombakan regulasi besar di musim mendatang.
Melansir laman resmi MotoGP, Rabu (24/6), holeshot device sebelumnya menjadi andalan para pembalap, berfungsi untuk menurunkan posisi motor saat start guna mengoptimalkan akselerasi awal. Kendati begitu, GPC telah memutuskan untuk mempercepat waktu larangan tersebut agar efektif berlaku dari seri Assen 2026.
Selain aspek teknis pada motor, perhatian serius juga diberikan GPC pada aspek keselamatan saat balapan dimulai. Mulai dari GP Jerman di Sachsenring pada 12 Juli mendatang, tata letak starting grid akan diubah untuk seluruh kelas balap, yakni MotoGP, Moto2, dan Moto3. Kebijakan baru ini bertujuan untuk mengurangi risiko kecelakaan fatal di tikungan pertama dengan memperluas jarak antar pembalap dan antar baris pada starting grid.
Menatap masa depan yang lebih kompetitif, GPC juga menetapkan peraturan terkait kuota motor untuk setiap pabrikan yang akan disahkan pada musim 2028. Setiap pabrikan nantinya dibatasi hanya boleh menurunkan maksimal enam motor, yakni satu tim pabrikan dan dua tim satelit. Aturan ini akan berlaku asalkan terdapat minimal lima pabrikan yang berkompetisi di kejuaraan dunia.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

