ZONAUTARA.com – Temuan investigasi terhadap skandal maternitas terbesar dalam sejarah Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) telah dipublikasikan. Sekitar 2.500 keluarga terlibat dengan 155 bayi yang mungkin bisa selamat jika mendapatkan perawatan yang lebih baik. Selain itu, terdapat 105 kasus cedera serius akibat kegagalan layanan.
Nottingham University Hospitals (NUH) NHS Trust telah meminta maaf kepada semua yang terdampak dan menyatakan komitmen untuk melakukan perbaikan. Di balik statistik ini terdapat wajah dan cerita keluarga yang telah selamanya berubah.
Salah satu korban, Sarah Hawkins dan suaminya Jack, kehilangan putri mereka Harriet yang lahir mati di Rumah Sakit Kota Nottingham pada April 2016. Kematian Harriet dinilai “nyaris dapat dicegah” jika penanganan berbeda diterapkan lebih awal.
Pasangan lainnya, Gary dan Sarah Andrews, kehilangan putri mereka, Wynter, yang meninggal 23 menit setelah dilahirkan melalui operasi caesar pada September 2019. Kegagalan mendeteksi tanda-tanda bahaya berulang menjadi penyebabnya. Pemeriksaan lebih lanjut menemukan bahwa Wynter mungkin bisa selamat jika “peluang yang terlewat” diantisipasi oleh staf.
Natalie Needham dan pasangannya juga menghadapi kesedihan setelah putra mereka, Kouper, meninggal akibat komplikasi pernapasan pada umur satu hari. Natalie menuturkan kekhawatirannya yang diabaikan karena dianggap tidak beralasan mengingat ia telah memiliki empat anak lain.
Carly Wesson serta Carl Everson, yang dipengaruhi hasil positif palsu tes kondisi genetis, terpaksa mengakhiri kehamilan mereka di tahun 2019. Mereka pertama kali mendapat saran bahwa anak mereka, dijuluki “Ladybird”, tidak akan bertahan hidup. Kemudian, mereka menyuarakan perlunya penyelidikan publik terhadap layanan maternitas.
Diolah dari laporan BBC News.

