Kemenangan Côte d’Ivoire Atas Curaçao dan Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia

Côte d’Ivoire mengalahkan Curaçao 2-0 dan lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 berkat dua gol dari Nicolas Pépé.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Kemenangan Côte d’Ivoire Atas Curaçao dan Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia

ZONAUTARA.com – Côte d’Ivoire berhasil lolos dari fase grup Piala Dunia untuk pertama kalinya pada tahun 2026, setelah meraih kemenangan 2-0 atas Curaçao di Philadelphia pada Jumat dini hari WIB. Kemenangan ini, yang ditorehkan oleh dua gol dari Nicolas Pépé, mengantarkan Côte d’Ivoire sebagai runner-up grup.

Meski meraih kemenangan, pertandingan ini berlangsung tidak begitu memuaskan. Curaçao, yang menjalani debut Piala Dunia mereka, menunjukkan semangat yang tinggi meskipun harus menghadapi tim yang lebih unggul. Dengan ekspansi Piala Dunia dari 32 menjadi 48 tim, Côte d’Ivoire dan tim-tim lain memiliki kesempatan yang lebih besar untuk bersaing di level internasional.

Curaçao, yang terdiri dari para pemain profesional yang sebagian besar lahir di Belanda, tampil cukup kompetitif. Mereka berhasil mencetak gol penyama kedudukan melawan Jerman di pertandingan pembuka, meski akhirnya kalah 1-7. Di pertandingan lainnya, mereka mencatatkan hasil imbang tanpa gol melawan Ekuador, di mana kiper Eloy Room mencatatkan 15 penyelamatan, terbanyak sejak Piala Dunia 2014.

Dengan perluasan slot untuk tim Afrika dari lima menjadi sepuluh, Côte d’Ivoire, yang merupakan salah satu negara terpadat di Afrika Barat, akhirnya dapat menunjukkan potensi mereka di Piala Dunia. Meskipun hanya tampil di tiga Piala Dunia sebelumnya, mereka memiliki sejarah panjang dalam menghasilkan pemain-pemain hebat seperti Kolo dan Yaya Touré, Didier Drogba, serta Gervinho.

Di babak penyisihan grup, Côte d’Ivoire menunjukkan performa yang solid dengan tidak terkalahkan dalam sepuluh pertandingan, meraih delapan kemenangan tanpa kebobolan. Pada pertandingan ini, Côte d’Ivoire sempat terancam ketika Amad Diallo mencetak gol pada menit ke-90 melawan Ekuador, dan Deniz Undav dari Jerman mencetak gol pada menit ke-94 yang mengurangi peluang Côte d’Ivoire.




Pépé membuka skor pada menit ketujuh setelah menerima umpan dari Yan Diomande, memanfaatkan kesalahan di lini belakang Curaçao. Meskipun Côte d’Ivoire memiliki peluang lebih banyak, mereka tidak menunjukkan agresivitas yang cukup untuk menambah gol. Sebaliknya, Curaçao berusaha membangun serangan dan meningkatkan tekanan, meskipun tidak memiliki striker yang efektif.

Pada menit ke-64, Côte d’Ivoire akhirnya menambah gol melalui Pépé yang menerima umpan dari Ibrahim Sangaré. Meskipun Curaçao terus berusaha untuk menyerang, mereka tidak mampu mencetak gol, hanya berhasil mencetak satu gol dalam tiga pertandingan yang mereka jalani.

Sumber: The Guardian

Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com