ZONAUTARA.com – Rajesh Exports, sebuah perusahaan emas besar asal India, saat ini tengah menghadapi penyelidikan terkait dugaan manipulasi pendapatan hingga mencapai Rp 3.000 triliun. Penyelidikan ini dilakukan setelah Badan Pengawas Pasar Modal India (SEBI) mengungkap adanya penyimpangan akuntansi dan operasional.
Berdasarkan laporan awal SEBI, perusahaan ini diduga menggelembungkan pendapatan sebesar 97-99% melalui anak usaha mereka di Swiss, Valcambi S.A. Data menunjukkan bahwa dalam laporan tahunan terakhir, pendapatan Rajesh Exports mencapai 15,15 triliun rupee, setara dengan sekitar Rp 3.166 triliun.
Namun, fakta mencurigakan terungkap dari gaji direktur pelaksana, yang hanya 17.000 rupee per bulan, atau sekitar Rp 3,23 juta, sementara kepala keuangan belum menerima gaji sejak tahun 2020. “Indikator bisnis utama perusahaan menunjukkan penyimpangan signifikan dari praktik komersial normal,” ungkap Direktorat Penegakan Hukum India.
Selama proses penggeledahan di Bengaluru dan Mumbai, ditemukan catatan transaksi keuangan yang tidak memadai, termasuk utang-piutang saling hapus (set-off) sebesar 30 miliar rupee. Ada juga dugaan manipulasi saham dan persediaan emas fisik yang hanya sekitar 40% dari yang dilaporkan sebelumnya.
Rajesh Exports membantah semua tuduhan ini, menegaskan bahwa laporan keuangan mereka adalah akurat dan sah. Perusahaan yang berbasis di Bengaluru ini dikenal sebagai penyuling emas dan produsen produk emas, yang mengekspor dari Swiss, India, dan Dubai.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

