Belgia Menang Melawan Selandia Baru di Piala Dunia 2026

Belgia mengalahkan Selandia Baru 2-0 di Piala Dunia 2026, dengan Trossard mencetak dua gol yang membawa Belgia ke posisi kedua Grup G.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Belgia Menang Melawan Selandia Baru di Piala Dunia 2026
ZONAUTARA.com – Pada Sabtu (27/6/2026) waktu WIB, Belgia meraih kemenangan 2-0 atas Selandia Baru dalam pertandingan Piala Dunia 2026. Leandro Trossard mencetak dua gol yang membawa Belgia berada di posisi kedua Grup G, sementara Selandia Baru kesulitan menembus pertahanan lawan. Pertandingan berlangsung di stadion yang dipenuhi penonton yang mendukung kedua tim.

Di menit ke-64, Selandia Baru melakukan dua pergantian pemain, mengeluarkan Joe Bell dan Tim Payne, serta memasukkan Michael Boxall dan Callum McCowatt. Selandia Baru mulai menguasai bola dan berusaha membangun serangan, namun Belgia semakin terorganisir dengan dua lini pertahanan. Randall berhadapan satu lawan satu dengan Castagne dan mengirimkan umpan silang dari kiri yang terdefleksi menjadi sepak pojok.

Di menit ke-62, Belgia hampir mencetak gol ketiga. Sebuah sepak pojok dari Fernandez-Pardo diambil dengan rendah, De Bruyne melewati satu bek sebelum melepaskan tembakan keras di tengah kerumunan pemain di area penalti. Crocombe melakukan penyelamatan gemilang dan bola berhasil dibersihkan.

Menit ke-60, bola indah dari Fernandez-Pardo mengalir di belakang lini belakang Selandia Baru untuk De Ketelaere yang sedang berlari, tetapi umpan silang yang dihasilkan berhasil dihalau menjadi sepak pojok untuk Belgia.

Selandia Baru menunjukkan momen positif di menit ke-58 dengan serangan dari kiri, di mana tiga pemain All Whites berputar sebelum Stamenic mengirimkan umpan chip yang indah untuk Randall. Umpan tersebut mengenai kepala pemain Belgia dan menjadi sepak pojok yang dibersihkan dengan tendangan voli yang melewati mistar gawang.




Belgia melakukan pergantian pertama di menit ke-56 dengan memasukkan Matias Fernandez-Pardo menggantikan Jeremy Doku. Di saat yang sama, Selandia Baru kembali mendapatkan kartu kuning, kali ini untuk Eli Just yang menarik Trossard saat pemain Belgia mencoba melarikan diri.

Menit ke-55, Selandia Baru mendapatkan peluang. Eli Just mengambil bola di lini tengah dan berlari melewati tiga pemain Belgia, namun saat mendekati area penalti, dia memilih untuk menembak meski memiliki rekan setim di sisi kiri, tetapi tembakannya berhasil dipatahkan oleh Courtois.

Belgia terus menyerang, dengan Doku di sisi kiri menciptakan ruang untuk mengoper bola kembali ke area penalti yang padat, tetapi Surman berhasil menghalau bola dengan kepalanya.

Trossard menunjukkan kualitas individu yang luar biasa di menit ke-51, mengontrol bola yang memantul di area penalti sebelum menyarangkannya melewati dua bek Selandia Baru, membuat Crocombe tidak berdaya. Wasit melakukan pemeriksaan VAR singkat, namun gol tersebut sah. Trossard mencetak brace dan membawa Belgia nyaman di posisi kedua Grup G.

Di menit ke-47, Kevin De Bruyne berada di ruang kosong di luar area penalti Selandia Baru, menerima umpan mudah dari Doku. Trossard berlari ke ruang kosong di sisi kanannya, tetapi De Bruyne memilih untuk menembak meskipun tembakannya tidak berdaya dan melenceng dari tiang jauh.

Pertandingan dimulai dengan kartu kuning pertama untuk Marko Stamenic karena menjatuhkan Youri Tielemans. Selandia Baru melakukan dua pergantian di babak pertama, Ben Old menggantikan Ryan Thomas dan Jesse Randall masuk untuk Sarpreet Singh. Statistik menunjukkan dominasi Belgia yang mencolok atas Selandia Baru dalam setiap kategori: Tembakan: 15 berbanding 0. Tembakan tepat sasaran: 4 berbanding 0. Penguasaan bola: 62% berbanding 38%. Akurasi umpan: 89% berbanding 88%. Jumlah umpan: 321 berbanding 176. Sepak pojok: 4 berbanding 1.

Sementara itu, di pertandingan lain Grup G, meski dramatis, hasil imbang 1-1 antara Mesir dan Iran menjadi sorotan. Kemenangan Belgia menjadi kabar baik setelah kekalahan mengecewakan Uruguay yang tersingkir lebih awal dari fase grup. Dengan usia 70 tahun, Marcelo Bielsa mungkin akan menghadapi akhir dari perjalanan manajerialnya setelah mengalami kekecewaan di Piala Dunia kali ini, mirip dengan kampanye pertama dengan Argentina pada tahun 2002 yang berakhir frustrasi.

Di akhir babak pertama, Selandia Baru terlihat kebingungan dan beruntung hanya tertinggal 0-1. Mereka harus menemukan cara untuk memasukkan Chris Wood dan Ryan Thomas ke dalam permainan, sementara Belgia terus mendominasi tanpa satu pun tembakan dari Selandia Baru di babak pertama. Ryan Thomas, penyerang muda Selandia Baru, tampak frustrasi karena jarang menyentuh bola dan harus berhadapan dengan Tielemans sebelum diberi peringatan oleh wasit.

Sumber: The Guardian

Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com