ZONAUTARA.com – Gelombang panas ekstrem melanda Eropa sejak 21 Juni 2026, mencatatkan suhu tertinggi hingga 40 derajat Celsius di beberapa negara. Fenomena ini mengundang perhatian dunia, karena terjadi lebih cepat dibandingkan pola puncak musim panas biasanya.
Menurut Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), gelombang panas ini merupakan dampak krisis iklim. “Dalam 50 tahun sejak gelombang panas bersejarah pada tahun 1976, Eropa secara keseluruhan telah menghangat sekitar dua derajat. Ini adalah benua yang paling cepat memanas dan suhu ekstrem juga meningkat,” kata kepala informasi iklim di WMO, John Kennedy.
Di Jerman, suhu mencapai 41,7 derajat Celsius di Kota Coschen, menandai rekor tertinggi setelah 46 stasiun cuaca di seluruh negeri mencatat suhu di atas 40 derajat. Sementara itu, Budapest, ibu kota Hongaria, mencatat 40,7 derajat Celsius.
Inggris memecahkan rekor suhu tertinggi bulan Juni dengan 37,3 derajat Celsius selama tiga hari berturut-turut sejak 25 Juni. Belanda, Denmark, Prancis, dan Spanyol juga mencatat suhu ekstrem. Di Prancis, suhu tertinggi mencapai 43,8 derajat Celsius di Kota Pullau.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, melaporkan bahwa gelombang panas mengakibatkan 1.300 kematian berlebih sejak 21 Juni. Dampak ekstrem ini juga mempengaruhi infrastruktur, seperti jalanan di Jerman yang sampai meleleh.
Diolah dari laporan Tirto.id.

